Blog Archives

Mencari Metode Asyik Buat Mapel Qur’an

Seminggu belakangan ini, tim mapel Qur’an di sekolah Kami berusaha mencari metode yang pas dan asyik untuk anak-anak SMP. Bagaimana caranya agar anak-anak kami bisa enjoy, senang dan asyik saat belajar Al Qur’an. Ternyata agak sedikit rumit juga. Soalnya yang kami ajarkan ini bukan main-main, pelajaran yang buku paketnya diturunkan oleh Sang Pencipta Jagad di alam raya ini. Berat rasanya dan tentu harus benar-benar serius dan bertanggungjawab penuh dalam mengajarkannya.

Memang selama ini, metode setoran dan talaqqi adalah metode favorit dan paling ampuh dalam mengajarkan baik hafalan maupun tahsin Al Quran, karena selain metode tersebut, guru rasanya kurang percaya dengan kemampuan anak didik kita. Apakah membaca penjang pendeknya udah benar, bagaimana makhorijul hurufnya, pasti akan lebih terkontrol kalau sang murid dipandu langsung face to face oleh Sang Guru.

Untungnya tim kami berjumlah lima orang, setidaknya ada banyak pemikiran untuk menyelesaikan persoalan ini. Di sekolah Kami pelajaran Al Qur’an tiap kelas akan dihandle oleh tiga orang guru. Sehingga setiap kelas yang jumlahnya sekitar tiga puluh anak itu dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap guru rata-rata bertanggung jawab pada sepuluh siswa saat pelajaran Al Qur’an sehingga metode face to face saat baca Qur’an bisa ter-cover.

Ada empat hal yang kami ajarkan dalam Al Qur’an, tahsin, tahfidz, tajwid dan ta’rif. Untuk materi tahsin dan tahfidz, para murid setoran langsung kepada sang Guru, kami mengambil saat ada dua jam pelajaran sehingga jangka waktunya bisa lebih lama. Untuk tajwid dan ta’rif kami memutuskan untuk klasikal mengambil di satu jam pelajaran. Yang sekarang menjadi PR adalah, bagaimana caranya mengajarkan ta’rif Al Qur’an dengan metode yang mudah dicerna oleh anak didik kami. Ringan namun bermakna. Anyone have an idea?

Cita-cita kami sebenarnya adalah ingin mengintegrasikan al Qur’an pada setiap mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Mulai dari pelajaran biologi, fisika, kimia, matematika, IPS dan materi lainnya. Namun sepertinya dalam waktu dekat ini kami belum bisa menjalankannya, terkait dengan waktu yang sudah tidak memungkinkan untuk membahas setiap materi pelajaran yang disingkronkan dengan Al Qur’an. Butuh penelitian dan kodifikasi lebih lanjut untuk membahas modulnya. Sehingga untuk satu semester ke depan kami belum bisa mengintegrasikannya dengan berbagai materi pelajaran di SMP. Semoga semester selanjutnya goal kami ini bisa terwujud. Amin.

Terkait dengan metode, mungkin hanya al Qur’an yang sulit. pelajaran lain bisa menggunakan metode menggubah lagu hit dengan lirik-lirik mata pelajaran agar lebih mudah dihafal, sedang Al Qur’an, tidak elok rasanya menghafal Qur’an dengan menggunakan lagu-lagu hit anak muda zaman sekarang,  selain mengurangi kefasihan membacanya, keindahannya pun jadi hilang. Al Qur’an punya nada tartil yang khas yang membedakannya dengan alunan musik yang lainnya.

Metode kuis bisa dipertimbangkan untuk mengasah hafalan anak. Selain mengasyikkan mungkin ini juga jadi ajang mengasah ketajaman hafalan mereka tentunya tetap berjalan sesuai koridor yang layak dan patut untuk Al Qur’an. Ala kulli hal semoga upaya tim kami yang ingin menanamkan generasi Qur’ani dalam sanubari anak didik dapat terwujud, dan hanya kepada Sang Penciptanya lah kami hanya bisa memohon pertolongan. Wallahu A’lam bisshowaab.