Blog Archives

Keutamaan Puasa Arofah dan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Padang Arofah foto dok. Republika

Puasa hari arofah berarti puasa pada di saat jamaah haji sedang wukuf di padang arofah atau puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Asal muasal nama padang Arofah diambil dari kisah nabi Adam alaihissalam yang bertemu kembali dengan siti Hawa di padang tersebut setelah beratus-ratus tahun berpisah saat mereka berdua di utus ke bumi. Itulah karena mereka saling tahu keadaan mereka masing-masing di padang tersebut, maka padang tersebut diberi nama Padang Arofah dari kata kerja bahasa “Arofah

Hari Arofah jatuh pada hari ke Sembilan di bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang keutamaan bagi seorang muslim yang berpuasa pada hari tersebut yang diriwayatkan dari Abu Qotadah.

قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ

إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ ».

Artinya :

Rasulullah SAW berkata : tiga (puasa) di setiap bulan antara 2 Ramadan (pahalanya seperti) puasa setahun penuh (yaitu) puasa hari arofah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan dating, puasa Assyura menghapus dosa tahun sebelumnya.(HR. Muslim)

Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah juga menjadi hari yang banyak memiliki keutamaan. Keutamaannya adalah semua amal baik yang dikerjakan pada sepuluh hari tersebut sangat disukai oleh Allah SWT melebihi jihad, kecuali jihad yang orang yang berangkat ke medan perang dengan jiwa dan hartanya dan semuanya tidak kembali. Semua itu tertuang di dalam hadis Rasulullah SAW :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”[1]

HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim.

Rasulullah juga biasa berpuasa Sembilan hari di hari-hari tersebut. Karena seperti yang dikatakan oleh isteri nabi, bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa pada Sembilan hari di awal Dzulhijjah, puasa pada hari Assyura, dan puasa pada pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14 dan 15 di setiap bulan.

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya[13], …”[14] HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Hari Arofah juga memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Pada hari itu, Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari Arofah (yaitu untuk orang yang berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”[20] ] HR. Muslim no. 1348, dari ‘Aisyah.

Karena hari tersebut Allah banyak membebaskan orang dari neraka. Maka berdoa pada hari Arofah sangatlah dianjurkan.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.”[22] Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan.[23] Jadi hendaklah kaum muslimin memanfaatkan waktu ini untuk banyak berdoa pada Allah. HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.