Rasanya Jadi “Wong Solo” itu…

Akhirnya, setelah sekian lamanya cuti dari dunia blog-blogan pasca kepulanganku dari lembah sungai Nil, kali ini punya kesempatan lagi cuap-cuap di dunia maya hehehe….jangan kapok baca tulisan ane yang GAJEBO (baca: Ga Jelas Bo) ini yach. Oh iya, karena blog yang di blogspot nggak bisa dikomentari, maka saya bikin rumah baru gratisan di wordpress. Namanya juga rumah baru, jadi ya…masih kosongan…hehehe….ada yang mau ngasih perabotan gratis? Monggo…kulo tampi dengan sepenuh hati. (Walah nambah mblarah ra jelas iki)

Eh..kawan-kawan…

Nak dengar cerita tak….?

(jawab: nak..nak…)

HA….mulanye macem ni…..

Waktu itu, my lovely husband sedang pendidikan di Megamendung Bogor. Pulang pendidikan, ia tak balik lagi ke Purwodadi, tapi malah bawa sk tugas ke Solo.

Jadinya saya dan sang putra pun ikut hijrah ke Bumi Bengawan. Kesampean juga ngerasain jadi wong Solo….!

Katanya nih, kalau jadi wong Solo bisa ikutan jadi kalem, bener nggak yach…tapi perasaan aku orangnya asli kalem deh meskipun darahku Jombang (emange darah Jombang iku koyo opo rek?).

Akhirnya kami pun pindah ke Solo. Semua barang di rumah Purwodadi seketika datang ke tempat tinggal kami yang baru di daerah yang mepet dengan kelurahan Pajang Laweyan, Surakarta(nggak seketika ding, dianter ama pick up). Ane bilang mepet, karena wilayah kami masuknya ke Kabupaten Sukoharjo. Nah, ini dia, ane baru tahu Solo ama Surakarta itu bedanya apa. Kalo bicara tentang Surakarta, doi cuma punya 5 kecamatan yang meliputi : Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari, Jebres dan Serengan. Nah kalo bicara Solo, wilayah ini mencakup 7 Kabupaten, yaitu : Surakarta atau Kota Solo, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar. Nah, wong Solo itu berari ya mereka yang tinggal di 7 Kabupaten itu.

Kami tinggal tepatnya di Perumahan Griya Surya Permata, Mayang, Gatak, Sukoharjo. Kawasan yang sengaja dikembangkan sebagai kawasan hunian sehingga letaknya memang ada di pinggiran kota Solo. Karena nggak tahu wilayah Solo, maka kami mendelegasikan seorang bos pabrik brankas di Solo untuk mencarikan rumah. Alhamdulillah dapet rumah yang strategis, deket kemana-mana. Ke dapur deket, WC deket, Garasi deket, kamar deket…hehehe…!

Kesan pertama tinggal di Solo….hmmm nyaman banget. Orangnya ramah-ramah, sopan santun, baik hati dan tidak sombong. Makanya kongres luar biasa PSSI digelar di kotanya Joko Widodo ini, biar adem ayem kongresnya.

Meskipun beberapa hari yang lalu sempat kaget ada Densus 88 nyambangi kota saya untuk nembak teroris di daerah yang sering saya lewati kalau ngantar mas ke kantor. Mungkin saking nyamannya kota Solo sampe para teroris pun betah. Minjam istilahe Om Solo (kang mase Lady), “Solo itu dibilang lengkap ya nggak lengkap banget, tapi kalau dibilang nggak lengkap ya semuanya ada di Solo” begitulah beliau menyimbolkan kurang lebihnya (bener ga Om?). Di Solo bisa nemuin Mall-Mall yang oke punya, ada tempat wisata dari wisata Budaya, alam, sampe kuliner. (ntar kapan-kapan cerita kulinernya yach).

Kembali ke Laptop….

Pas pulang nganter Fayad ke sekolah, ane baru sadar kalo perumahan kami ini deket sama kaki gunung Merapi…(semoga nggak erupsi lagi). Makanya air di sini bersih and jernih banget, nggak perlu pakai filter kalau cuma buat nyuci n masak mah. Sawah-sawah di sini juga subur banget. Hari-hari ini para petani pada panen, hasilnya bagus-bagus.

Yang saya bangga dari orang Solo adalah keramahtamahannya. Pernah suatu ketika pas baru pertama kali datang. Ane sama mama nekat muter-muter nyari Stasiun Balapan. Karena kami buta arah, kita muter-muter nggak karuan. dari Jalan Slamet Riyadi terus sampe mentok ke Keraton n Pasar Klewer, nggak nemu-nemu juga. Ternyata emang jalurnya nggak kesono. Akhirnya jurus nanya dikeluarkan. Waktu nanya-nanya, semua orang yang kami tanya bertutur kata dengan sopan dan halus, menunjukkan dengan runut arah yang harus kami lalui. Alhamdulillah sampe juga ke stasiun Balapan, meskipun akhirnya mama naik Bus ke Karawang dari Terminal Tirtonadi Solo.

Ya..itulah Wong Solo.  Sekarang saya jadi bagian dari mereka.

Nyuwun sewu nggeh….dalem bade istirahat rumiyin….yang artinya kayanya segini dulu deh ceritanya, penulisnya istirahat dulu ye…! To be continue ya…

Monggo…..

Ojo lali komentar loh…

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 10 June 2011, in Seputar Solo and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. selamet ya mbak yu…sampun dados tiyang Solo…
    eh btwe…nuwun sewu, panjenenganipun tiyang pundi to..? nopo tiyang peyangga rumah Solo…:-p
    hehe….
    salam wat Mas dan keponakanku yah…:D

    • Matur suwun kanjeng mas Fuad Ngainul yaqin atas komentarnya…..dalem seneng banget enten tiang sing ngimentari…..sering-sering wae nggeh mas….
      Salamnya dalem sampaikan pada yang bersangkutan (serius banget, hehehe…)
      Piye kabare Mahattoh Gami’ sama bis 80 coret..masih penuh kah setelah Mubarok lengser?
      hehehe……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: