Suasana Lebaran di Mesir

(Tulisan saat masih di Kairo)

Masih suasana Lebaran nih, jadi masih boleh dong nulis seputar pengalaman selama lebaran tahun ini. Apalagi kali ini adalah lebaranku ke-4 yang aku rayakan di bumi para nabi ini.

Tidak seperti di Indonesia lebaran di Mesir tampak biasa saja, memang sih ada budaya pulang kampung di Mesir, tapi suasananya nggak seheboh di tanah air. Kairo pada hari pertama idul fitri sangat sepi, mungkin sama halnya dengan Jakarta yang merupakan ibukota negara, para warga Kairo sepertinya juga pulang kampung, karena kalau diamati banyak apartemen yang menutup jendelanya rapat-rapat dan suasananya gelap saat malam hari. Bisa dipastikan kalau tidak ada tanda-tanda kehidupan di apartemen itu.

Lain dengan warga Kairo, lain pula halnya dengan warga negara Indonesia di Mesir. Lebaran tanggal 1 Syawal biasanya kami seluruh warga berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan sholat idul fitri bersama. Uniknya pelaksanaan solat ini dilakukan setelah orang-orang Mesir melaksanakan sholat id. Jadi kalau biasanya orang Mesir sholat pukul enam pagi maka kami sholat pada pukul delapan pagi.

Waku kedatanganku pertama kali ke Kairo, sholat diadakan di sebuah lapangan luas, tepatnya di Distrik enam Nasr City Kairo, sebuah stadion olahraga yang biasa disebut “Nadi Syabab”. Seiring berjalannya waktu dan pergantian Dubes di KBRI, pelaksanaan sholat id pun dipindahkan ke sebuah masjid yang cukup besar yang terletak di kawasan yang mayoritas didiami warga Indonesia atau bisa juga dibilang “Kampung Melayu-“nya Mesir.

Pelaksanaan sholat tidak jauh berbeda dengan yang lain, diawali dengan takbiran bersama, lalu sholat id, ceramah idul fitri kemudian salam-salaman sesama warga Indonesia di Mesir. Tapi setelah itu ada hidangan yang dihidangkan oleh KBRI untuk kami semua WNI selepas acara salaman. Suasana pun bertambah hangat dengan canda tawa dan ramai ucapan orang mengatakan “Maaf lahir batin ya”. Sepertinya suasana kerinduan akan tanah air terbalas ketika kami sedang menikmati suasana ini.

Usai makan dan berjumpa dengan seluruh kawan dan sahabat, setiap orang sibuk dengan planningnya masing-masing. Yang mengadakan open house sibuk mengundang orang untuk datang ke rumahnya, yang ingin silaturrahmi dengan kawan di rumahnya membuat list, dari mana dulu mereka mengawali kunjungannya.

Kalau kami sekeluarga pagi itu, sengaja berkunjung ke rumah Duta Besar Indonesia di Mesir di wisma duta Garden City. Di sana kebetulan kami ingin bertemu dengan pak Dubes sekeluarga dan juga menemani DR. Mona Abaza yang juga diundang ke sana. Sampai di sana kami disiguhi hidangan Indonesia khas Lebaran, dari lontong cap Gomeh, opor ayam, kerupuk udang, emping, soto banjar juga ada. Tak lupa ada juga hidangan kue-kue khas lebaran seperti nastar dan lainnya.

Usai dari sana kami pun pulang ke rumah. Kebetulan di rumah aku masak soto babat yang akan dihidangkan kepada kawan-kawan sesama alumni pesantren Sunan Ampel Jombang di Kairo. Selepas sholat ashar mereka berkumpul di rumahku, ngobrol santai dan lain-lain. Aku juga sempat membuat kue lebaran seperti nastar, biskuit coklat dan lainnya. Ada pengalaman lucu saat membuat kue, tadinya ada kue yang mau aku buat telor gabus, kan harusnya bentuknya lonjong-lonjong kan, tapi karena belum pernah bikin bentuknya malah jadi telor puyuh, bulat-bulat, alias nggak jadi alias gagal….hehehe.

Tapi alhamdulillah suamiku itu orangnya selalu menghargai setiap hasil karyaku, jadi meski hasilnya dibawah lima, tetap saja dibilang enak dan dimakan, (sekarang tinggal dikit tuh di toples) hehehe….

Hari berikutnya kami pergi ke rumah para sesepuh (orang yang dah tinggal lama) di Mesir. Hari ketiga ada anak-anak MAPK Jember dan sebagian teman lain yang datang ke rumah, kebetulan aku masak lontong sayur (eh sayur nya aja ding, soalnya lontongnya ga sempat bikin, heheheh…). Lumayan lah…

Selesai di rumah, kami semua sengaja bersama pergi ke rumah Pak Muhlason. Pulangnya dari sana kami nolongin anak Indonesia yang terpisah dari keluarganya. Kasihan malam-malam masih kecil terpisah karena ngambil peluru tembak-tembakannya di jalan. Padahal malam itu di daerah tempat tinggalku gelap sekali, tapi untung aku kenal dengan mama dan kakak perempuannya, so dia bisa kembali ke orang tuanya.

Pokoknya lebaran kali ini banyak sekali deh ceritanya kayanya nggak cukup kalo ditulis semua. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Mohon maaf lahir dan batin.

(ditulis di Kairo,tanggal, 10 Desember 2008)

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 13 June 2011, in Kenangan Mesir and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: