Bulan Rajab Bulan Haram? Maksudnya?

Penasaran, apa yang dimaksud bulan Rajab Bulan Haram?

Kok haram yah…bukannya haram itu misalnya kalau makanan haram berarti dilarang atau nggak boleh makan makanan itu. Nah kalau bulan haram berarti……?

Yuk, kita belajar bareng-bareng….

(Namanya juga masih belajar ya mas, mbak, jadi kalo ada yang salah mohon dibenarkan, okey)

Sebelum ngebahas Bulan Rajabnya, kita bahas tentang makna bulan haram dulu aja yah.

Dalam Al-Qur’an, bulan haram disebutkan begini:

قال تعالى : ” يا أيها الذين آمنوا لا تحلوا شعائر الله ولا الشهر الحرام

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram”(Al-Maidah:2

Dan dalam surat Al-Baqarah)

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram.Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar….(Al-Baqarah:217).

Dalam surat At-Taubah ayat 36 juga menjelaskan :

¨Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Bulan-bulan haram adalah bulan dimana umat muslim dilarang melakukan peperangan. Al Hafizh Ibnu Katsir menyatakan,”Yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah pemuliaan dan pensucian bulan tersebut dan pengakuan terhadap kemuliaannya serta meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah, seperti memulai peperangan dan penegasan terhadap perintah menjauhi hal yang diharamkan…” (Tafsir Ibnu Katsir).

Sambil tanya-tanya Kyai Google sambil cari rujukannya di kitab asli, ketemu juga sebuah Hadis dari Riwayat Imam Muslim. Menurut buku-buku ilmu hadis, hadisnya Imam Muslim menempati urutan sohih yang kedua setelah Imam Bukhori, jadi nggak usah ragu tentang kesohihannya atau kebenarannya ya, karena seleksi beliau pada penyampai hadis atau Rowi hadis dalam sanad sangat ketat, hanya dari Rowi yang terpercaya saja yang beliau ambil.

Bunyi hadisnya begini:

فعن أبي بكرة – رضي الله عنه – أن النبي صلى الله عليه وسلم خطب في حجة الوداع وقال في خطبته : إن الزمان قد استدار كهيئة يوم خلق السماوات والأرض السنة اثنا عشر شهرا منها أربعة حرم ثلاث متواليات ذو القَعدة وذو الحجة والمحرم ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان.

Yang artinya : “Dari Abu Bakar (RA) bahwasannya Nabi SAW berkhutbah saat Haji Wada(haji perpisahan), dan berkata dalam khutbahnya: “Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun itu terdapat dua belas bulan. Empat diantaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari empat bulan itu, (jatuh secara) berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga sebagai) syahru Mudhar, terletak diantara Jumada (ats Tsaniyah)/Jumadil Akhir dan Sya’ban.”

(HR. Muslim nomor 1679 bagian Qisamah bab haramnya darah).

Nah dari hadis kita tahu, yang termasuk bulan haram itu ada empat, diantaranya: bulan Dzulqoidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di bulan itu, kita sebagai umat islam tidak boleh melakukan peperangan sekaligus penegasan tentang perintah untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang diharamkan atau dilarang oleh Allah.

Kok, perang sih?

Iya, zaman dulu kan umat islam masih sering melakukan perang untuk menaklukan wilayah-wilayah yang belum dikuasai islam, tujuannya cuma ingin agar penduduk di wilayah itu tersentuh oleh ajaran islam kok, maka wilayahnya harus dikuasai dulu agar lebih gampang dakwahnya. Tapi nggak pakai paksaan kok. Kan “Laa iqrooha fiddiin” nggak ada paksaan dalam beragama. Kalau zaman sekarang sih makna perang itu bisa kita artikan dengan tidak membuat perselisihan dengan sesama umat manusia. Namanya manusia kan pasti sering lah bikin kekacauan, termasuk demo yang anaskhis yang nggak cuma bikin kecemasan masyarakat tapi juga merusak fasilitas umum, termasuk terorisme yang mengatasnamakan jihad. Islam itu kan dalam bahas Arab dari kata “سلم” yang artinya selamat. Jadi baru namanya muslim kalo dia bisa membuat orang di sekelilingnya merasa aman dan selamat dari bahaya apapun.

Jadi kalau memang ngaku iman, berarti kita harus menghormati bulan Rajab ini dengan menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa menyakiti dan merugikan orang lain. Sebenarnya sih nggak bulan Rajab aja, tapi sepanjang tahun harus bisa melakukannya.Tapi karena bulan inilah penegasannya

Jadi maksudnya bulan Rajab bulan haram kurang lebih begitu. Adapun hadis shohih yang menjelaskan tentang Bulan Rajab sebagai bulan saat Nabi SAW melakukan Isra Mi’raj  saya belum cari dan baca. Kalau ada yang tahu boleh kasih tahu saya ya, ditunggu.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 14 June 2011, in belajar islam and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: