Anakku Suka Membuntuti Guru Favoritnya

Hari ini, sekolah Fayad melaporkan hasil pendidikan selama semester terakhir ini. Sebenarnya Fayad baru masuk Kelompok Bermain Ad-Dhuhaa ini baru satu bulan, tapi pihak sekolah sudah memberikan laporannya. Selama enam bulan ini Fayad mengikuti tiga Kelompok Bermain. Karena mengikuti tugas Baba-nya yang berpindah-pindah. Pertama Fayad resmi terdaftar di Kelompok Bermain “Tunas Mekar” Purwodadi, setelah itu karena Baba ada diklat di Megamendung, Bogor, akhirnya kami diboyong ke Karawang, selama di sana Fayad masuk di Playgroup Darel Falah. Karena setelah dari Bogor ternyata kami harus ke Solo, akhirnya terdaftar Fayad satu bulan yang lalu ke Kelompok Bermain “Ad-Dhuhaa”.

Wah…wah…baru tiga tahun sekolahnya dah pindah empat kali (di Mesir Fayad sempat masuk Hadhonah juga).  Untung aja Fayad anaknya gampang banget adaptasi sama lingkungan. Bahkan saya akui, dia anak yang gaul dan supel, gampang dapet teman. Waktu di Purwodadi aja saya kaget saat jalan-jalan ke daerah yang cukup jauh dari tempat tinggal (sekitar 200 meter) yang saya sendiri kalau main nggak sampai sana, ternyata ada yang memanggil nama anak saya “Fayad”. Ternyata waktu Fayad saya titipkan sama gurunya yang tinggal di Panti, sempat kenal sama mereka.

Hari ini, guru Fayad melaporkan hasil “bermain” Fayad selama satu bulan. Ya, hasil bermain, karena di Kelompok Bermain kan sehari-hari anak itu bermain sambil belajar. Hampir setengah am lebih bu Guru melaporkan perkembangan Fayad, yang itu membuat saya terpingkal-pingkal sampai meneteskan air mata.

Bu Fitri bercerita kalau daya tangkap Fayad terhadap suatu instruksi sudah  baik. Bahkan kelewat baik, sampai-sampai tiap hari dia selalu berdebat dan berdiskusi sama gurunya. Gurunya bilang “Ma, khusus sama Fayad, kalau mau di kasih tugas harus diskusi dulu”. Maksudnya, Fayad itu ketika disuruh mengerjakan kegiatan di depannya pasti tanya dulu. “Main apa nih Bu guru, kok kayak gini?” Maka sang Guru pun harus menjelaskan panjang lebar agar Fayad mau melakukannya. Dan yang harus selalu dilakukan sama Fayad adalah komitmen. Soalnya Fayad ini tipe yang nggak bisa belajar sambil duduk. Dia pasti selalu ke arah gudang mainan, dimana dia bisa bebas memilih mainan yang ada. Jadi kalau dia mau ke sana harus mengerjakan dulu tugasnya.

Untungnya Fayad nurut. Dia dengan cepat melaksanakan instruksi gurunya yang harus menggunting lah, menempel lah, meremas dan sebagainya. Yang disebut terakhir ini, kata Bu Guru Fayad paling nggak doyan. “Main apa nih, Cuma meremas-remas, aku nggak suka, aku main yang lain aja”. AL hasil gurunya Cuma melongo dengan jawaban Fayad.

“Fayad”orangnya nggak sabaran Ma” kata bu Fitri lagi. Kalau waktunya cuci tangan pasti nggak mau antri. “Kok aku di belakang sih…aku duluan, awas mingir” (wuih..preman tenan rek, nurun sopo iki). Kalau udah begitu gurunya langsung bilang, “Kan mas Fayad tadi nggak mau duduk, jadi ketinggalan temennya tuh”. Habis gitu apa yang Fayad jawab “Yo wes….aku duduk ini” dia hanya duduk beberapa menit dan langsung cabut ke antrian “Bu..aku dah duduk…sekarang aku cuci tangan duluan”. Merasa kalau semua aturan gurunya udah dia jalani, tapi bu guru masih bilang “Ya..tapi fayad ketinggalan, jadi harus antri dulu” kalau sudah begini, tangane mulai beraksi…imbas dari kekecewaan.

Di Sekolah, Fayad punya guru favorit. Dari tujuh guru, hanya bu Fitri yang paling ditaati Fayad.  Sampai-sampai saat Fayad asyik ngerjain tugas di meja pun saat bu Fitri beranjak dia langsung bilang “Bu Fitri mau kemana? Kau ikut Bu Fitri aja deh”. Bu Firi yang dijadikan tokoh idola pun jadi bingung kalo begini, di saat sibuk banget…Fayad pasti ngintil di belakanganya. Sampai-sampai Fayad diantar pulang karena ngak mau pulang kecuali sama bu Fitri.

Untungnya bu Fitri sabar. Jadi selalu melayani Fayad dengan baik. (Makasih ya Bu). Alhamdulillah, semua guru di sini sabar dan baik, jadi saya nggak khawatir menitipkan Fayad di sana. Apalagi sekarang Fayad maunya sampai jam empat sore. Nggak apa-apa deh, itung-itung buat sosialisasi dengan teman-teman seusianya, habis di rumah kan dia Cuma sendirian. Dan soalnya dia itu selalu nangis dan nggak mau diajak pulang karena mungkin bosan main sendirian.  Selama anak yang menginginkannya, ya udahlah nggak papa.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 17 June 2011, in tentang anak usia dini. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. pesen bu fitri satu dong buat diriku

  2. wahhh kira-kira apa resepnya tuh ya bu Fitri, bisa selalu di kintili fayad?!!?! untung saja guru2nya baik2 dan gak seperti yang banyak muncul di berita televisi nasional kita ya😦

  3. Hehe Fayad jagoan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: