Ketika Anakku Berdoa

Buat para ortu, pasti pernah dong merasakan saat-saat sibuk dan membutuhkan konsentrasi tinggi, tapi setelah kondisi itu terbentuk beberapa menit, tiba-tiba suasana itu dibuyarkan oleh tangisan atau rewelan anak dengan berbagai alasan. Saya juga pernah, sering malah.

Terus, gimana dong jadinya? (Bayangin aja sendiri ya)

Jujur terkadang tempramen saya langsung naik. Contohnya yang terjadi beberapa minggu lalu. Tapi, sekarang tempramen itu sering luluh seiring dengan perkembangan anakku yang mulai bisa melafalkan sejumlah doa-doa termasuk doa untuk kedua orang tua.

Pada suatu hari, badan saya lagi kurang enak badan. Saat itu anakku lagi kelas meeting, sambil nunggu rapot, jadi nggak ada kegiatan main di sekolah. Hari itu seperti biasa dengan badan yang kurang fit, saya tetap mengerjakan segudang kerjaan sesuai dengan karir sayasebagai isteri dan ibu seorang anak. Setelah suami berangkat kerja, mulai satu per satu gerilya mencari cucian kotor. Langsung dicuci, tidak lupa beres-beres rumah dan masak tentunya. Melihat si kecil yang belum mandi, langsung deh aku mandiin dan dipakaikan baju dengan segala macam tetek bengeknya, dari mulai minyak kayu putih, bedak sampai menata rambutnya (dimohak).

Setelah semua urusan rumah beres, santai sejenak untuk browsing dan berselancar di dunia maya. Tiba-tiba badanku tambah nggak enak. Lalu kuputuskan istirahat. Tapi sayangnya…anakku ngak suka kalau aku menutup mata “Ma, jangan tidur Ma!”

“Nggak mas, mama nggak tidur, cuma istirahat”

“Kok Mama merem?”

“Iya matanya capek”

“Ma…bikinin susu”

Naluri keibuanku membawaku melangkah ke dapur mengambil gelas dan menuangkan susu ke dalamnya dan kuaduk. Selesai minum, Fayad mulai lagi dengan aktivitasnya. “Ma…bacain buku Ma”

“Iya”

Habis baca buku dia minta makan. Karena waktu itu aku masak sayur dan dia nggak begitu nafsu, dia pun menolak dan minta dibikinin mie bihun goreng. Aku yang memang kurang fit, langsung pusing, karena aku dah susah-susah masak sayur biar Fayad makan, eh..ini malah nggak mau.

“Sudahlah Nak, makan sayur aja”

“Nggak mau”

“Sayur aja yah”

“Bihun goreng aja”

Dengan kurang ikhlas aku mulai membuka plastik bihun dengan marah-marah. Tapi tempramen tinggi itu langsung hilang saat Fayad tiba-tiba berdoa di dapur dengan nada innocent tanpa bersalah dan lugu “Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”

Mendengar doa itu aku merasa sangat bersalah tidak melayani kebutuhannya dengan ikhlas.  Di dalam hati, aku merasa malu. Ya Allah bukankah dengan doa ini, anakku akan menolongku di akhirat nanti. Bagaimana aku bisa tidak ikhlas merawat anakku yang masih kecil ini. Karena hanya tiga hal yang masih terus mengalir saat aku mati kelak, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang soleh.

Semoga aku bisa mendidik anakku dengan ikhlas sehinga bisa menjadi anak yang sholeh.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 22 June 2011, in parenting, tentang anak usia dini and tagged , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. ya ampun bu… doa anak kecil seperti itu bikin kita jadi kuat walaupun udah capek atau penuh emosi.. anak yang baik, semoga kelak bisa jadi anak yang bermanfaat bagi orang banyak😀

    • itulah …kadang saya suka menyesal kalau habis marahin anak. Sebenarnya anak-anak itu ga ada yang salah, hanya kita saja yang ga bisa menyikapi mereka dengan benar

  2. sesuatu yang berasal dari mulut anak kecil memang terkadang sama sekali tak kita duga…🙂
    pada akhirnya, saya setuju berat sama doa anaknya :p

  3. Fayyad dah pandai ngomong ya sekarang, Nit, ada video kegiatan Fayyad nggak? tolong upload di FB- dong, cuma pengen lihat Fayyad ngomong, hehehe kangen nih..

    • Sekarang agak susah mau merekam Fayad di kamera, harus sembunyi-sembunyi, soalnya kalau tahu kita pegang kamera, yang jadi kameramennya ya fayad…mamanya ga jado motret deh..tapi nanti saya coba ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: