Kenapa Isra’ Dulu Baru Mi’raj?

Dua hari yang lalu umat muslim di Indonesia merayakan isra’ mi’raj dengan merahnya tanggal 29 Juni 2011 yang bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1432 H. Pertanyaannya, apa hikmah Nabi menjalankan Isra’ dulu baru Mi’raj?

Islam, kalau kita tilik lebih dekat, banyak dari ajarannya sering mengutamakan kepedulian sosial sesama manusia. Contohnya, kalau kita tidak bisa menjalankan puasa pada bulan Ramadan karena halangan syar’I seperti sakit,  dalam perjalanan, haid, nifas, menyusui atau karena sudah tidak kuat karena tua renta, maka kalau kita tidak sanggup mengganti puasa itu di luar Ramadan maka islam memerintahkan kita untuk membayar fidyah, atau memberi makan orang miskin.

Satu lagi bukti kalau islam sangat care sama kehidupan sosial, ada seorang raja yang saat menjalankan puasa Ramadan tidak bisa menahan keinginannya berkumpul dengan isterinya pada siang hari, sehingga ia diharuskan untuk membayar  puasa itu dua bulan berturut-turut. Dan ternyata sang raja itu tidak kuat, kalo kata Raja mungkin gini “Sehari aja Abang kagak kuat neng apalagi dua bulan berturut-turut, ada nggak cara lain buat bayar puasanya?”

Islam punya solusi dari masalah sang Raja ini yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial. Caranya sang Raja harus memerdekakan budak. Satu hari sang Raja tidak bisa menjalankan puasa Ramadannya karena berkumpul dengan isteri di siang hari bulan Ramadan, maka wajib bagi dia untuk memerdekakan satu orang budak. Jika satu bulan penuh selama Ramadan ia tidak bisa menjalankan puasanya karena selalu tak bisa menahan dirinya, berarti setiap hari dalam satu bulan itu ia harus memerdekakan budak sejumlah hari-hari puasa yang ia tinggalkan. Bayangkan berapa budak yang bisa merdeka dari kafaratnya raja ini. Di sinilah fungsi islam sebagai agama yang mengutamakan kemaslahatan sosial.

Itu hanya sebagai contoh saja kalau islam benar-benar agama yang sangat peduli dengan kehidupan sosial. Nah hubungannya sama isra’ mi’raj, apaan dong?

Begini, selain membawa oleh-oleh solat wajib lima waktu pulang dari isra’mi’raj, sebenarnya kita juga bisa mengambil hikmah dari perjalanan Nabi yang dimulai dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa , baru habis itu naik ke Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh.

Dalam surat al-Isra’ ayat satu Allah berfirman :

Yang artinya:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Saya hanya mencoba untuk mengambil hikmah, kenapa perjalanan itu harus dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dulu. Kalau kita kaji, sebenarnya perjalanan ke dua tempat itu berlangsung di dunia, atau kalau kita tarik garis lurus bentuknya itu garis horizontal. Seorang muslim adalah orang yang bisa membuat orang yang ada di sekelilingnya merasa selamat dan aman, sehingga kita harus benar-benar menjaga hubungan horizontal kita kepada semua manusia, karena urusan sesama manusia hanya bisa diselesaikan dengan sesama manusia, Allah tidak bisa ikut campur dengan urusan mereka.

Contohnya, saat kita bergaul di masyarakat, secara sengaja kita membicarakan aib orang lain dan itu diketahui oleh orang yang bersangkutan. Bayangkan betapa pedihnya perasaan orang yang kita bicarakan aibnya tadi. Sadarlah bahwa kita telah mencederai hubungan horizontal kita dengan sesama manusia. Dan Allah tak punya hak menghapus dosa ghibah kita, kecuali kita harus memohon maaf kepada orang yang bersangkutan. Jika sampai mati kita tidak sempat meminta maaf padanya, dosa itu akan kita tanggung selamanya sampai di akhirat sampai orang itu mau memafkan kita. Begitu halnya dengan segala hutang kita dengan manusia selama di dunia. Hanya manusialah yang bisa menyelesaikannya. Karena yang bisa menghapus dosa dan hutang kita itu hanyalah orang yang kita lukai hatinya yang kita hutangi hartanya, bukan Allah. Betapapun kita memohon maaf pada Allah atas segala kesalahan kita, tetap itu urusannya bukan dengan Tuhan melainkan dengan sesama manusia. Maka itulah baiknya kita selalu waspada dengan urusan hubungan kita dengan sesama manusia.

Setelah urusan horizontal, barulah urusan vertikal, Mi’raj. Dari Masjidil Aqsho menuju langit ketujuh. Atau bisa kita gambarkan sebagai garis vertikal, ke atas yaitu hubungan kita dengan Tuhan  Sang Pencipta makhluk hidup dan seluruh jagad raya. Urusan dengan Allah sebenarnya mudah, kita hanya cukup dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita berbuat kekhilafan, segeralah kita memohon ampun pada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.  Dengan benar-benar bertaubat yakinlah bahwa Tuhan akan mengampuni semua dosa-dosa kita karena Tuhan maha Pengasih, Penyayang dan Pengampun. Allah menyuruh kita sholat, maka sholatlah, Allah menyuruh kita zakat, maka berzakat dan bersedekahlah, Allah menyuruh kita puasa maka puasa lah, Allah melarang kita menyekutukan Allah maka jauhilah, dan seterusnya ikhlas menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Karena Allah tidak akan memerintahkan atau melarang hamba-Nya, kecuali di dalamnya ada hikmah dan manfaat bagi hamba-Nya. Wallaahu A’lam bisshowaab. (Anita)

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 1 July 2011, in belajar islam and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Oh…jadi ini berkaitan dengan Hablum Minannaas dan Hablum Minallah ya?
    Namun, kalo menurut saya, kita harus bisa mengkorelasikan keduanya secara bersamaan dan beriringan….
    Hehehe…

    tulisan-ku: http://0sprey.wordpress.com/2011/06/30/internet-membuat-kebebasan-menjadi-semakin-kebablasan/

    • betul..menjalankan keduanya dengan seimbang adalah kewajiban setiap manusia, agar bisa mencapai kebaikan di dunia dan akhirat. seperti yang selalu kita baca dalam doa sapu jagad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: