Maaidatu Ar-Rahman di Keluarga Mesir

Pas lihat-lihat foto kenangan waktu di Mesir, nggak sengaja lihat foto pas kami lagi buka puasa di rumahnya pemilik flatku yang kebetulan juga teman sekelasku di kampus Al-Azhar Kairo. Nggak kerasa, hampir dua tahun aku ninggalin Kairo, dan sebentar lagi dah mau masuk bulan Ramadan yang kedua selama di Indonesia. Dulu aku pulang ke Indonesia pas banget sama bulan puasa, seminggu sebelum lebaran tepatnya, jadi hari pertama puasa masih di Mesir, Lebarannya dah di Indonesia.

Ramadan di Mesir atau di negara-negara timur tengah, pasti bakalan heboh banget. Terutama yang paling nggak bisa dilupain adalah Maaidatu Ar-Rahman. Apaan tuh susah banget yak nyebutinnya?

Maaidatu Ar-Rahman adalah makanan yang sengaja disiapkan secara gratis oleh para dermawan untuk sajian buka puasa bagi siapa aja yang mau buka puasa di situ. Siapa aja boleh ngambil dan nggak usah bayar. Nggak Cuma di satu tempat aja loh, yang pasti di setiap masjid yang tersebar di seantero kota Kairo pasti menyediakan hidangan buka puasa ini. Nggak Cuma di masjid aja, di jalanan, setiap sudut kota bahkan rumah-rumah pribadi ada yang sengaja menggelar hidangan ini bagi siapa aja yang mau berbuka. Subhanallah….

Ramadan benar-benar dijadikan ajang buat berlomba-lomba berbuat kebaikan, termasuk pemilik flatku. Meskipun nggak bikin tenda besar untuk Maaidatu Ar-Rahman, tuan rumahku juga termasuk salah satu yang selalu membukakan pintunya untuk kami agar berbuka puasa di rumah mereka. Wah jangan ditanya deh kalau udah dijamu sama orang Mesir, bisa-bisa perut kalian nggak ada yang muat buat menampung semua makanan itu. Nggak sahur juga nggak papa, habisanya kalau udah buka di sana rasanya buat sahur aja udah nggak ada tempatnya…hehehe (lebay.com).

Beneran deh, orang Mesir itu cara makannya beda jauh sama orang Indonesia. Pertama mereka itu hobinya makan daging, nasinya itu selalu dimasak seperti nasi kebuli, selalu ada syurbah(soup), salatoh (salad sayuran), acar zaitun, wortel, lemon, belum lagi pertama buka pasti disuruh minum sari kurma (buah kurma kering yang udah direndam semalaman dengan air tanpa dikasih gula, biasanya dicampur dengan aprikot kering dan buah tin).

Setelah minum sari kurma itu, biasanya dilanjutkan dengan hidangan pembuka berupa syurbah atau sup. Sajian suka beda-beda setiap hari, kadang syurbah daging pake lisan ashfur, kadang sup adas oranye, atau Cuma kaldu ayam doang. Nah itu dikasih satu mangkok satu orang.

Habis itu, dilanjutkan dengan menu utama . karena kami orang Indonesia, mama Mesir selalu tahu makanan pokok kami adalah nasi, jadi mama selalu masak nasi, tapi aku selalu pesan kalau masak nasi nggak usah dikasih minyak, dan kalau bisa dikasih air doang nggak usah pake garam. Tapi orang Mesir suka protes kalau nggak boleh dikasih garam, katanya “Kok makan nasi plain begitu, ya nggak enak dong Anita”. Ya terserah deh, yang masak kan mereka, tinggal makan aja kok repot.

Nah menu utamanya ini nih, biasanya aku nggak makan ini dulu. Karena orang Mesir selalu bikin salatoh, maka aku makan salatohnya duluan biar cepet kenyang. Soalnya kalo makan menu utama dulu ntar dah ga ada tempat buat salad. Soalnya porsi utama itu jumbo banget. Ayam seperpat potong atau bahkan separuh untuk satu orang. Kalau daging dikasih yang buesar sekali dan kalau ikan, dikasih satu potong ikan utuh dan ukurannya big size. Nggak kebayangkan kenyangnya kaya apa. Itu belum hidangan penutup berupa buah-buahan segar. Kadang aku dah nggak mau ngabisin kalau kekenyangan dan berdalil “Kuluu wasyrobuu wala tusrifuu…”  artinya “Makan dan minumlah kalian tapi jangan berlebihan…”nggak mungkin lah semuanya kita masukin ke perut.

Ya begitulah..akhirnya kami pulang dengan perut yang sudah terisi penuh dengan makanan penuh gizi. Dan satu lagi…setelah makan segitu banyak biasanya mereka tidak makan makanan berat untuk sahur, mereka cuma makan zabadi atau youghurt dan sandwich.

Begitulah kenangan yang masih kuingat kira-kira.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 7 July 2011, in Kenangan Mesir and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. salam kenal mbak.. *OOT*😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: