Mengajar Sambil Berdongeng, Ayo Ajah…!

Sudah nggak jamannya lagi, dongeng cuma buat membuat tidur anak. Justru dongenglah yang membuat anak lebih pintar dan meresapi nilai-nilai pelajaran yang disampaikan didalamnya. So…sudah semestinya guru harus menguasai ilmu mendongeng.

Paling tidak inilah ilmu yang saya dapatkan pada pelatihan mendongeng di lingkungan lembaga pendidikan tempat saya mengabdi sekarang. Semua guru di sini juga seharusnya di seluruh pelosok negeri ini menggunnakan metode paling asyik ini untuk mengemas pelajaran yang akan disampaikan pada anak didik. Terbukti bahwa dengan dongeng anak lebih mudah menangkap isi yang disampaikan ketimbang guru hanya menjelaskan secara monoton dan membosankan.

Bukan Cuma anak-anak saja yang lebih mudah masuk kalau didongengkan kita yang udah agak lapuk aja masih seneng kok didongengin. Dan salah satu buktinya bahwa ibu-ibu rumah tangga juga lebih cepat menangkap berita dengan cara cerita ..(mohon maaf) dengan cara ngerumpi terlepas dari positiv atau negatif yang dibicarakan (mudah-mudahan selalu yang positif..amin).

Nah, kalau begitu asyik sekali yah kalau semua guru jago mendongeng. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendongeng kepada anak-anak. Menurut guru besar ilmu perdongengan di sekolah kami, Kak Solah, sebuah dongeng itu harus bersih dari segala macam yang berbau syirik, tahayul, khurofat, pornografi, kekerasan atau sadisme, bid’ah dan fatalis. Sayangnya sampai saat ini belum semua pendongeng di negeri ini sembuh dari penyakit kronis tersebut. Banyak bahkan hampir semua dongeng rakyat di negeri ini terjangkit virus mematikan bagi anak-anak ini.

Ketika kita akan mendongeng setidaknya ada dua hal yang kita butuhkan. Pertama, teks cerita dan kedua retorika dalam membawakan dongeng. Teks dongeng yang sudah tersusun dengan rapi dan runtut akan jadi sangat garing saat sang pendongeng membawakannya dengan cara yang sesat. Misalnya dengan penekanan intonasi bercerita yang bikin murid tambah ngantuk, terbatasnya mimik atau emosi saat bercerita, kaku dan sepi gerakan-gerakan yang atraktif. Bayangkan jika saat bercerita di kelas, Anda menggunakan nada cerita yang datar, bisa dibayangkan audiens Anda malah merindukan sebuah bantal dan kasur untuk  segera terbang ke negeri mimpinya sendiri. Agar lebih mengena, Anda wajib membuat audiens serasa ikut berpetualang di negeri dongeng Anda.

Saat Anda dapat mengajak anak-anak didik berpetualang di dongeng materi pelajaran yang Anda ampu, bisa diprediksikan bahwa murid-murid kesayangan Anda akan lebih nyantol dalam memahami materi yang Anda ajarkan. Semoga kita semua bisa jadi guru yang bisa membuat anak didiknya gemar berpetualang di negeri dongeng materi pelajaran kita. Amin…..we have to be more creative than before because WE ARE TEACHER YOU KNOW!

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 13 July 2011, in opini, parenting, pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: