Kangen Kurma Segar (Balah) Mesir

Ramadan-Ramadan gini jadi kangen banget suasana gemerlapnya kota Kairo dengan berbagai lampionnya yang indah, penjaja halawiyat di pingir jalan, maaidaturrahman dan yang pasti balahnya itu loh…hmm bikin kangen banget. Soalnya balah atau kurma segar ini jarang banget ditemui di Indonesia.

Buah kurma di Indonesia kebanyakan sudah dalam bentuk manisan atau keringan dan mungkin hampir jarang yang menjualnya masih dalam keadaan segar dan fresh sebagaimana yang selalu aku nikmati untuk sajian berbuka di Mesir.

Balah ini manisnya pas banget dan nggak bikin bosen. Dan paling nikmat banget kalau dijadikan kolak kurma. Hehehe…ngomong-ngomong tentang kolak kurma, selama di Mesir aku jarang bahkan boleh dibilang nggak pernah bikin kolak pake santan (mahal bro). Kelapa atau yang biasa orang Mesir bilang Gushindi ini harganya lumayan mahal, ditambah lagi tampilannya yang nggak mantap. Di Mesir, produk buah kelapa itu import semua, alias ngak bakalan nemu deh buah kelapa yang tumbuh di Mesir. Dulu saya kira kelapa itu tumbuh di Mesir yah paling tidak berharap tanaman ini tumbuh di tepi pantai, tapi sungguh pemandangan nyiur melambai di tepi pantai nggak bakalan Anda temukan di Mesir. Nah loh…kok malah mbahas kelapa yak…kan judulnya balah alis kurma segar. Wah gara-gara kolak mbahasnya jadi ngelantur.

Kembali ke laptop…… (heheh…kayak yang punya laptop aja yak..)

Pas mau pulang ke Indonesia di akhir tahun 2009 lalu, aku sempet bawa kurma segar, tapi cuma bisa bawa satu kilo aja, itupun sudah aku paspaskan dengan seluruh barang bawaanku. Soalnya cita-cita dulu kalau pulang ke tanah air pengen bawa balah yang buanyak, tapi akhirnya nggak kesampaian. Tapi lumayanlah bisa bawa sekilo mah….daripada nggak.

Salah satu manfaat dari balah yang paling terkenal adalah menguatkan dinding rahim. Makanya, waktu tetanggaku tahu aku bawa balah, beliau langsung minta ke aku beberapa butir (maklum bawanya dikit jadi dihemat makannya) untuk diberikan pada mantunya yang belum bisa punya momongan, berharap semoga balah ini bisa membantu menguatkan dinding rahimnya.

Balah itu ada yang warna merah dan ada juga yang kuning. Biasanya balah kuning bentuknya lebih montok dibanding balah merah yang cenderung lonjong. Tapi keduanya akan sama – sama berwarna hitam ketika sudah masak, dan saat menghitam itulah saat yang paling lezat untuk disantap..hmm…nyam..nyam….! (Siapa yah yang bisa aku titipi Balah…hiks…hiks..).

Yah..beginilah manusia, selalu mengharap yang tidak ada. (kebiasaan buruk, pembaca dilarang meniru). Pas masih di Mesir nyarinya yang aneh-aneh, segala nyari siomay, bubur ayam Bandung, batagor, pempek, risoles, martabak telor, sayur gudek…yah..pasti susah lah ya……eehh..giliran dah di Indonesia, nyarinya yang berbau Mesir, segala pengen balah lah, Ish lah, kufta lah, hawashi lah, to’miyah lah, segala ful dan balela  juga kangen…..repot – repot….!

Ya sabarlah…..

Semoga suatu saat aku bisa meminum air sungai nil lagi….amin.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 8 August 2011, in Kenangan Mesir and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. salam kenal, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: