Kaos Celup Ikat (Tye Die)

Rabu tepatnya tanggal 5 Oktober 2011, saya bersama anak-anak kriya level 8 mencoba untuk mempraktekkan sebuah kreasi seni rupa yang disebut TYE DIE atau ikat celup. Sebelum memberikan materi ini kepada anak-anak, saya berusaha searching dulu di mbah google seputar kreasi yang nantinya akan kami praktekkan. Mereka cukup serius mengamati sajian video pembuatan tye die yang sengaja saya download dari youtube. Memang proses yang kami lakukan tidak serumit yang ada di video karena kami masih para pemula dan belum professional. Pewarnaan kain yang seharusnya dilakukan dengan cara direbus cukup kami lakukan dalam proses pencelupan dingin alias tidak direbus. Dan yang seharusnya kain yang sudah diwarnai dikunci warnanya dengan cairan pengikat juga kami skip, jadi memang proses yang sangat-sangat sederhana.

Untuk lebih jelasnya silakan ikuti proses kami berikut ini :

  • siapkan sebuah kaos putih polos
  •  empat buah karet gelang
  •  pewarna bahan /napthol  4 warna( warna sesuai selera )
  •  baskom 4 buah
  •  air panas

proses pembuatan :

  • tuangkan serbuk napthol masing masing warna dalam tiap baskom yang
    berbeda
  • seduh dengan air panas
  • lipat dua kaos putih dan pasangkan karet menjadi 4 (empat ) bagian
  • celupkan masing masing bagian yang telah di batasi dengan karet pada 4 warna yang berbeda ,sesuai selera, jangan sampai tercampur
  • lepaskan karet dan jemur hingga kering
  • setelah kering , kaos siap di pakai
Nah penasaran kan, bagaimana serunya anak-anak mempraktekkan kaos ikat celup mereka. yuk kita lihat foto-foto seru mereka….
tuh lihat…mereka sedang asyik menyiapkan kaos putih mereka. Jangan salah loh….mereka sudah mempersiapkan kaos putih ini seminggu sebelumnya loh…wawah…luar biasa mereka yakh…..!
Setelah mereka menyiapkan kaos dan melipat sesuai dengan kreasi mereka, gilira mereka mengikat kaos-kaso mereka. Tuh lihat mas Fahmi semangat sekali yah, mengikatnya sampe kecil-kecil begitu…..
celupnya hati-hati yah…..
Nah…setelah selesai mengikat, kita celupkan kaos ikatnya ke ember yang sudah diisi oleh berbagai macam warna. Ayooo kita celup-celup….!
celup lah celup...ayok yang rapi.....
Tuh lihat…seru sekali ya mereka mencelup kaosnya…..
Setelah selesai mencelup….kita angkat deh…dan lepaskan ikatan yang ada di kaos…
okey..setelah ikatannya lepas semua…waktunya dijemur deh…ayo ibu-ibu  kita jemur kaos kita…..!
Ayoo jangan mau kalah dengan anak putri…kita jemur juga kaos kesayangan kita Bapak-Bapak…! Tapi kok belum kering-kering yak….!
Wah…alhamdulilllah yah…selesai juga praktek kita dengan kaos ikat celup hari ini….semoga ke depan bisa lebih maksimal lagi ya kawan-kawan…!
Selamat Yah…Buat Anak-Anak Kriya….!
NB : Agar warna tidak luntur sebaiknya direndam di cairan pengikat warna yang dijual di toko-toko pewarna batik. Kalau di Solo lokasinya di pasar klewer dekat dengan kantor cabang BNI. Tanya saja toko obat batik dimana, pasti semua pada tahu.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 6 October 2011, in kriya and tagged , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. keren batik ikat celupnya

  2. beli pewarna bahannnya dimana ya?

  3. Kalo bahannya dasar abu tua warna apa yg bisa dipake biar tye dienya cantik, pngen nyoba mohon info ya mba😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: