Pasien Cacar Air Harus Tetap Mandi!

Bagi yang sudah pernah terkena cacar air, boleh lah sedikit tenang untuk tidak tertular penyakit yang cukup membuat sedikit terisolir dengan dunia luar ini. Tapi bagaiana yang belum pernah? Ya sudah….dinikmati saja, justru karena sakitlah kita bisa merasakan betapa nikmatnya sehat itu bukan.

Sebelumnya yuk kita kenali dulu apa sih sebenarnya penyebab penyakit ini. Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen atau udara sehingga jika ada satu anak yang sudah terkena virus ini kemudian berinteraksi dengan anak-anak lain yang belum terkena virus, maka dengan sangat mudah virus ini menyerang anak lain yang belum kebal dengan virus ini.

Masa inkubasi atau rentang waktu antara terinfeksi virus sampai dengan gejalanya biasanya terjadi selama 2 sampai 3 minggu, hal ini biasanya ditandai dengan melemahnya daya tahan tubuh kita, dan badan terasa tidak fit sebagaimana biasa beraktifitas. Badan rasanya lemas letih dan mudah lelah. Demam dan sakit kepala juga sering menyertai.

Setelah gejala-gejala awal itu muncul, beberapa hari kemudian akan nampak beberapa bintik-bintik merah berisi cairan yang bening dengan selaput yang tipis atau bahasa jawanya mlenthing-mlenthing.

Setelah beberapa hari biasanya melenthing-melenthing ini pecah dengan sendirnya dan bekasnya membentuk seperti keropeng (krusta) yang nantinya akan mongering dan mengelupas sendiri dan meninggalkan bekas yang insyaallah dengan seiring berjalannya waktu luka ini akan hilang dengan sendirinya. Tapi lain halnya jika mlenting ini dipecahkan sebelum dia pecah sendiri, biasanya luka yang ditinggalkan akan lebih dalam dan bekasnya di kemudian hari akan sulit hilang.

Demam biasanya akan berhenti setelah ruam-ruam merah itu tidak muncul lagi di permukaan kulit. Sebagai pengalaman pribadi, pertumbuhan ruam merah itu luar biasa cepat jika terkena keringat, makanya waktu periksa ke dokter kemarin aku tanya sama dokternya boleh mandi apa nggak, takutnya kalau mandi tambah parah. Ternyata jawabannya malah harus mandi biar kumannya nggak berkembang terlalu dahsyat.

Alhamdulillah saat ruam-ruam itu tidak muncul lagi, sedikit demi sedikit kondisi badan saya mulai fit lagi dan kuat untuk beraktifitas. Tapi penyembuhan untuk ruam-ruamnya masih terus berlangsung sampai benar-benar hilang.

Pas pertama kali nggak enak badan, saya langsung periksa ke poli umu di rumah sakit islam Surakarta. Di sana saya ditangani oleh dr. Diah Roosita, tekanan darah saya saat itu 90/60 cukup pusing memang. Daya juga dikasih tau seputar penyakit ini dan bagaimana pengaruhnya buat anak saya. Ternyata memang ada kemungkinan anak saya tertular karena ketika badan saya demam, saya tidur di sebelahnya. Tapi dr. Ida menjelaskan, tidak masalah,malah lebih baik kena sekarang, pas masih kecil sehingga ke depan dia akan lebih kebal dengan virus ini, karena sekali terserang, tubuh akan dengan sendirinya menciptakan antibody pada virus ini dan insyaallah tidak akan terserang lagi di masa mendatang.

Yah..boleh aja sih..tapi saya mohon,anak saya tidak sakit bersamaan dengan saya, dan semoga anak saya tetap sehat, dan kalaupun dia terserang, kondisinya tidak terlalu parah.

Nah, setelah ke dokter saya pun diberi resep-resep. Acyclovir adalah obat utama untuk cacar air sedangkan obat yang lainnya adalah vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh. Ada neurobion, dan paracetamol untuk demamnya.

Setelah dari dokter umum saya coba ke dokter specialis kulit untuk menangani bekas lukanya biar tidak terlalu parah. Saya pun diberi vitamin dan obat oles luar yaitu calamed, dan dokter kulit itu bilang kalau ruamnya nggak pecah nggak akan ada bekasnya. Setelah saya coba, memang ruamnya jadi tidak pecah malahan menyusut. Bedak cair itu saya pakai 2 x sehari. Acyclovirnya ditambah dosisnya jadi 5 x dua tablet yang dosisnya 400 mg setiap hari, mengingat tubuh saya yang besar jadi dosisnya juga agak banyak.

Semoga bermanfaat dan tetaplah hidup sehat, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

 

 

 

 

 

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 11 October 2011, in opini and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Semoga Cepat sembbuh ustadzah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: