Menjelajah Situs Purbakala Sangiran

Evolusi Manusia (Dok. yunisura.wordpress.com)

Waktu itu malam Sabtu, kami sekeluarga  sedang asyik bercengkrama di kamar. Fayad yang asyik dengan persiapan bobo tidak menghiraukan apa yang sedang Baba dan Mamanya diskusikan. Obrolan kami mengalir sampai tiba saat membicarakan rencana besok yang awalnya mau ke Pengging bareng teman Mesir. Weekend keluarga tiba-tiba berubah rencana karena ustadz Mahmud ada acara di Jogja sehingga ke Penggingnya diundur jadi hari Minggu. Akhirnya jadwal weekend Sabtu pun beralih ke Sangiran,……. “Yes”!

Besoknya setelah mandi dan sarapan kami siap-siap. Tas Baba kali ini jadi tempat menampung semua jajanan dan minuman juga kamera. Maklumlah, tasnya lumayan praktis dan juga bisa muat banyak, dan yang penting di Sangiran nanti Mama bebas nggak bawa tas. Karena semalam baru aja ada saudara dari Jombang yang datang, maka jajanan di rumah pun masih banyak, dan kacang pun akhirnya aku masukkan ke dalam tas.

Perjalanan pun dimulai. Karena lokasi rumah kami ada di daerah perumahan Gentan, maka jarak yang ditempuh cukup jauh, kurang lebih tiga perempat jam. Mungkin kalau yang jago ngebut cuma 30 menit. Dari Gentan kami menelusuri jalan Radjiman sampai menuju lampu merah Baron. Terus menuju Manahan dan terminal Tirtonadi sampai ke pasar Nusukan. Di palang kereta Joglo kami belok kiri menuju jalan Solo-Purwodadi, habis itu luruus terus sekitar 17 km sampai ketemu Gapura dan tanda-tanda tulisan Sangiran. Dari situ masih menempuh 4 kilo lagi untuk sampai Musiumnya.

Pas ketemu tanda-tanda plang Sangiran dan beberapa plang tentang  situs purbakala, Baba langsung turun untuk mengambil gambar dan membiarkan kami kepanasan menunggu di motor, hiks..hiks..! Saat Baba mulai menaiki motor lagi, aku bisik-bisik ke telinganya “Ba, kalau mau moto, kami ditaruh ditempat  yang adem dulu yak”. Situs purbakala ini luasnya 48 km2, jadi cukup punya potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata yang lebih okey lagi.

Motor pun jalan kembali. Perjalanan cukup bergelombang, naik turun, yang cukup curam adalah di turunan yang hampir mau sampai ke lokasi Musium. Di sepanjang perjalanan menuju museum kami sempat melihat beberapa spanduk yang berisi sambutan untuk Bapak Presiden SBY.  Aku baru ingat bawa sembilan hari sebelum kami datang Pak SBY sempat mengunjungi museum yang memiliki koleksi 13.086 fosil manusia purba ini.

Sempat kebelanjur juga loh, pas sudah mau sampai ke tempatnya, yang harusnya belok kanan malah lurus, untung saja penglihatanku yang cukup sergap ini melihat ada plang Musium Sangiran belok kanan 300 meter. Akhirnya harus muter di tanjakan….hiii ngeri juga, tapi alhamdulillah selamat. Dan…..eng ing eng……sampailah kami saudara-saudara di depan pintu masuk Musium yang baru diresmikan pembangunan renovasinya pada bulan Desember 2011 ini. Seperti biasa Baba jeprat-jepret dulu, dan kali ini kami berada di tempat yang adem, sesuai dengan pesanan.

Harga tiket masuk tertulis jelas di gapura pintu masuk. Untuk wisatawan domestic Cuma Rp 3000,- seorang penjaga loket  yang mengenakan kemeja batik itu pun memberikan dua lembar tiket pink bertuliskan Rp 2000,- dan dua lembar tiket kuning dengan nominal Rp 1000,-. Dan kami cukup membayar Rp 6000 saja, yang itu berarti Fayad gratis….lumayan. Pas nanya tentang ada tidaknya guide di sini, sang penjaga langsung bilang kalau di sini tidak ada guide, kecuali kalau mau ambil paket. Berarti kalau ngambil paketan, bisa dapet guide, kira-kira begitu. Yang pasti kali ini kami berkunjung tanpa panduan seorang guide.

Begitu parkir, kami langsung naik tangga yang ada tepat di sebelah parkiran. Dan tahukah Anda saudara-saudara, ternyata kami salah masuk. Harusnya kami ngisi buku tamu dulu di ruang yang ada di ujung sana. Berhubung lokasinya agak jauh dari parkiran akhirnya kami skip buku tamu dan langsung menuju ruang 1 pameran.

Ternyata Musium ini punya tiga ruang pameran. Ruang yang pertama kami datangi, adalah ruang pertama. Isinya adalah koleksi fosil yang baru saja di temukan di situs Sangiran. Ada tiga fosil, diantaranya ada fosil rahang atas buaya purba, gading gajah purba, yang terakhir tengkorak gajah purba. Wah..wah…berarti penggalian masih terus dilakukan yah.

Temuan terbaru situs Sangiran, rahang atas buaya purba, tengkorak gajah purba dan gading gajah purba (Dok. yunisura.wordpress.com)

Di ruang satu juga dipamerkan fosil tengkorak kepala manusia purba. Sebagaimana yang ada di pelajaran Biologi tentang teori evolusi, di sana ada gambar dan tengkorak kepala manusia purba dengan berbagai ukuran sebagai pembanding antara manusia purba dari zaman ke zaman. Di sana juga memamerkan fosil-fosil binatang yang hidup dari zaman dua juta tahun yang lalu. Ada fosil kerang purba, babi purba dan binatang-binatang purba yang lainnya. Di sana juga ada sebuah fosil kuda nil purba yang didatangkan dari museum Paris sebagai hadiah untuk museum Sangiran.

Lanjut ke ruang dua, di sana banyak dipamerkan tentang asal mula penciptaan alam semesta dengan teori big bang. Ada sebuah video yang ditampilkan, sangat menarik. Di sini juga dijelaskan tentang masa-masa awal kehidupan di bumi, dari jaman triasik, jurasik, jaman kapur samapi jama neogen. Yang jelas di ruang ini ingin menjelaskan asal mula makhluk hidup dan fase pembabakan perkembangan bumi dan bagaimana makhluk-makhluk purba akhirnya menjadi fosil.

Ada yang menarik di ruangan ini, ketika melihat bagaimana awal mula manusia menyebar ke seluruh permukaan bumi. Ada sebuah gambar yang menjelaskan dan menarik untuk diamati bahwa titik awal dari penyebaran manusia berlokasi di sekitar jazirah Arab dan satu titik di benua Afrika. Entah bagaimana para ilmuwan meneliti bahwa dari sanalah manusia mulai berimigrasi menuju lokasi hidup mereka masing – masing.

proses imigrasi manusia purba (Dok. yunisura.wordpress.com)

Di ruangan ini juga ada patung-patung para ilmuwan yang merintis situs purbakala Sangiran ini. Ternyata situs ini bermula dari seorang pribumi yang bernama Bapak Toto Marsono yang sering mengumpulkan tulang-tulang raksasa yang dipercaya oleh warga setempat sebagai tulang buto. Akhirnya berita itu sampai kepada ilmuwan Belanda yang bernama Von Koenigswald, akhirnya pencarian tulang-tulang itu berlanjut dan warga yang menemukan fosil-fosil akan diberi upah. Dulu tulang-tulang itu dikumpulkan di rumah Pak Toto sampai akhirnya rumah itu kini menjadi sebuah Musium yang saat ini kami kunjungi.

Keluar ruang pamer dua, kirain sudah selesai, eh…ternyata masih ada ruang pamer tiga. Wah…ntar dulu deh, karena capek akhirnya kami makan bekal dulu di depan pintu ruang tiga. Buka roti sobek langsung melahapnya dan minum air putih. Puas beristirahat, penjelajahan dimulai lagi.

Di ruang tiga, dipamerkan sebuah potret tiga dimensi kehidupan manusia purba yang hidup di Sangiran. Sebagaimana penggalian dan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Belanda Gustav H R Von Koenigswald, di Sangiran telah hidup nenek moyang manusia yang berjenis pitecanthrous erectus atau manusia Jawa dan juga ditemukan fosil manusia purba yang berjenis Meganthropus palaeojavanicus. Ini menandakan betapa Sangiran menjadi saksi bisu tahap-tahap kehidupan manusia di muka bumi ini.

Dan akhirnya penjelajahan kami berakhir. Keluar ruangan kami ditawari beberapa buku tentang sejarah Sangiran, tapi karena kami cukup puas dengan memotret informasi selama berada di ruang pamer, jadi beli bukunya mungkin lain waktu aja.

Ada taman yang cantik di pintu keluar Musium, kami pun istirahat dulu di sana sambil menikmati kacang di bawah rimbunan pohon beringin. Wah nikmat sekali weekend kali ini. Bagi yang tertarik silakan berkunjung ke Musium yang sejak tahun 1996 telah masuk dalam daftar warisan dunia dari UNESCO.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 29 February 2012, in Seputar Solo and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: