Tour de Solo Bareng Werkudhara

Bis Tingkat Werkudhara Solo (Dok.yunisura.wordpress.com)

Hari Minggu selalu jadi hari yang asyik buat menjelajah kota Solo. Kali ini Baba sudah pesan tiket Werkudhara seminggu sebelumnya, maklumlah bis tingkat buatan Magelang ini sering penuh kalo nggak dari jauh-jauh hari pesannya.

Untuk bisa jalan-jalan naik Werkudhara, kami harus mengunjungi dinas perhubungan Surakarta dulu untuk beli tiketnya. Harga tiket bis Werkudhara ini Rp 20.000,- hampir sama dengan harga tiket bis Solo-Jombang tarif biasa. Tapi tentu saja kenyamanannya berbeda. Lokasi Dishub ada di sekitar Stadion Manahan. Dari sana juga nantinya kita akan memulai dan mengakhiri perjalanan, karena di tempat itulah sang Werkudhara bersemayam.

Bis yang menurut kepala Dishub Surakarta nggak pernah leren dari carteran dan pesanan ini melakukan perjalanan dari Dishub kota Solo sampai menuju Taman Satwa Jurug. Saking penuhnya pesanan bis, kami yang pesan seminggu sebelum perjalanan aja dapat perjalanan yang shif ketiga, alias sore hari. Werkudhara beroperasi hanya tiga kali dalam sehari, pagi hari sekitar pukul 09.00 siang hari pukul 12.00 dan sore hari pukul 15.00 WIB.

Minggu itu kami sudah sampai di Dishub setengah jam sebelum bis berangkat, jadi bisa foto-foto dulu di deket Bis made Indonesia ini. Pertamanya nggak nyangka kalo bis tingkat yang keren ini buatan dalam negeri loh. Kami sudah ada di lantai atas saat perjalanan akan dimulai, tapi ternyata masih ada dua penumpang yang belum datang sehingga kami harus menunggu lagi sekitar 15 menit. Kalau penumpang yang ditunggu belum datang setelah 15 menit, bis akan langsung jalan. Jadi toleransi keterlambatan hanya 15 menit. Sambil nunggu aku nyuapin Fayad yang tadi siang nggak mau makan gara-gara kepengen banget naik bis tingkat.

Bis pun berjalan, karena hari itu jalan Adi Sucipto ditutup karena ada  acara, maka Wekudhara pun melintas di jalur Kota Barat langsung menuju Jalan Slamet Riyadi. Selama melintas jalan protocol terpanjang di Solo ini, kami benar menikmati perjalanan. Bis melaju dengan kecepatan rendah, jadi kami bisa mengamati kota Solo lebih detail dari atas Werkudhara. Melihat orang-orang yang sedang kuliner di City Walk Slamet Riyadi. Angin semilir di lantai atas, menambah kenyamanan perjalanan.

Asyiknya Naik Bis Werkudhara (Dok. yunisura.wordpress.com)

Tiba di Gladak, Bis berhenti sekitar 10 menit. Penumpang boleh turun untuk berfoto di sana. Aku pun turun untuk mengambil gambar di dekat patung Slamet Riyadi. Ada juga penumpang yang jajan siomay dan rujak serta minuman. Sebenarnya aku juga pengen banget, tapi lupa nggak bawa uang pas turun, jadi males deh kalau cuma mau ambil uang ke atas.

Bis pun berjalan lagi. Kali ini melintasi Jalan Jendral Sudirman. Di sana aku baru tahu kalau bangunan putih klasik yang megah itu adalah Bank Indonesia. Perjalanan pun dilanjutkan melalui jalan Urip Sumoharjo – Kolonel Sutarto – insinyur Sutami sampai menuju Taman Satwa Jurug, di sana kita boleh turun dan menikmati pemandangan setelah itu bis pun kembali pulang menuju Dishub Kota Surakarta.

Naik Werkudhara bikin perasaan lebih nyaman dan menikmati kota Solo. Meskipun tiap hari melewati jalan Slamet Riyadi dan jalan-jalan yang lain, tetapi saat melintas menggunakan Werkudhara, rasanya seperti rekreasi dan sangat rileks.

Bagi yang penasaran dengan Werkudhara silakan mencoba.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 2 March 2012, in Seputar Solo and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: