Bubur Asyura Khas Mempawah

bubur asyura khas mempawah (dok. yunisura)

bubur asyura khas mempawah Kalimantan Barat (dok. yunisura)

Tanggal 10 Muharam diperingati sebagai hari Asyura. Di sini saya tidak membahas tentang hadis seputar hari Asyura, amalan-amalan apa yang sunah untuk dijalani ataupun kejadian-kejadian khusus di hari ini. Kali ini saya ingin membahas bagaimana cara orang Mempawah memeringati hari saat Musa selamat dari kejaran Fir’aun.

Setelah menjadi penduduk ibukota Kabupaten Pontianak, saya bergabung dengan ibu-ibu Majelis Taklim. Di komplek perumahan yang saya tempati ini ada beberapa kelompok pengajian. Masing-masing punya jadwal mengaji sendiri. Kelompok pengajian itu diklasifikasi berdasarkan blok perumahan. Untuk blok C dan D diberi nama majelis taklim Nurul Ihsan. Karena saya tinggal di blok D-9, maka saya bergabung dengan Majelis Taklim ini.

Anggota pengajian kami tidak terlalu banyak. Dari 60 KK di blok ini, hanya 20 ibu yang bergabung. Pengajian kami diadakan pada hari selasa setiap minggunya selepas ashar. Saya senang bergabung dan mengenal anggota pengajian. Saya jadi punya komunitas baru. Tapi ada hal yang saya kurang sreg. Pengajian hanya diisi dengan membaca yasin dan mengaji al qur’an satu per satu dengan ayat yang sama. Selain membosankan juga tidak ada ilmu baru yang didapat. Ingin sekali member usul agar kami perlu menambahkan kajian seperti tafsir, hadis dan fiqh perempuan dalam pengajian. Tapi saat ini baru sebatas mengungkapkannya dengan ibu sekretaris pengajian. Semoga ide ini bisa diterima semua anggota pengajian.

Untuk memeringati hari Asyura, pengajian kami membuat hidangan bubur Asyura. Tidak hanya pengajian kami, umumnya masyarakat di sini membuat bubur Asyura setiap 10 Muharam. Saya lihat suami saya juga membawa bubur Asyura dari kantornya. Bukan karena sunah, tapi hanya budaya dan kebiasaan untuk menyatukan orang-orang di hari ini. Selepas maghrib, kami berkumpul di rumah salah satu anggota pengajian yang membuat bubur. Kami membaca yasin dan doa bersama. Setelah usai bubur Asyura khas Mempawah pun dihidangkan. Kami menyantapnya bersama.

Bubur Asyura ini berisi berbagai jenis kacang-kacangan dan umbi-umbian. Di bubur Asyura yang saya cicipi di dalamnya ada jagung manis pipil, kacang ijo, kacang merah, ubi rambat, singkong dan mutiara. Semua bahan itu disajikan dengan santan. Di bubur asyura yang dibawa suami ada harum durian juga. Rasa bubur asyura sangat legit dan menggoyang lidah.

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 22 November 2013, in peristiwa, seputar Mempawah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: