Menikmati Eksotisnya Pulau Lemukutan Kalimantan Barat

Snorkling di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Sabtu dan Minggu, 4-5 November 2017, akhirnya kami berhasil menjejakkan kaki di pulau Lemukutan. Awalnya cuma baca, mendengar berita keindahan Lemukutan lewat media dan testimoni teman. Sekarang, kami benar-benar sudah menikmati keindahan yang jadi impian orang-orang.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 06.30 pagi dari Mempawah Hilir. Sampai ke penyebrangan Pulau Lemukutan, Teluk Suak sekitar jam 09.00 wib. Di dermaga teluk sudah banyak berjejer kapal-kapal. Bilang saja ke orang-orang di sana, mau pergi ke pulau Lemukutan, nanti bapak-bapak di sana akan mengarahkan naik kapal yang mana. Biaya tiket kapalnya hanya 20 ribu rupiah.

Dari teluk suak ke pulau Lemukutan memakan waktu 1,5 jam. Sepanjang perjalanan kami disuguhi keindahan laut dengan gugusan pulau-pulau nan indah. Lama perjalanan tidak akan terasa.

Nah, ketika sampai di Lemukutan, kami berlabuh di dermaga teluk melanau. Ada beberapa dermaga di sini, ada dermaga teluk melanau, teluk cina, dan teluk surau. Yang dekat dengan kantor desa lemukutan ialah teluk melanau. Daerah ini ramai penduduk. Banyak pula toko-toko, ada sekolah, masjid, penginapan juga banyak. Kami sekeluarga menginap di penginapan Nuansa Bambu di Teluk Melanau. 

Penginapan Nuansa Bambu Lemukutan (dok. yunisura.wordpress.com)

Menginap di sini hanya 250 ribu semalam. Yang punya penginapan rajin sholat ke Masjid yang nggak jauh dari penginapan, jadi kalian bisa tetap jamaah selama berlibur di sini. Lokasi penginapan ini berada tepat di tepi pasir putih. Jadi bisa langsung menatap keindahan laut dari kamar ataupun duduk di gasibu sambil nyemil atau ngobrol santai.

Kami tiba di penginapan jam 11.30 wib langsung makan siang dengan ikan goreng, gulai daun singkong dan rendang telur. Kalau nggak pesan paket makan, kalian bisa jajan di warung2 dekat penginapan. Banyak yang menjajakan makanan murah meriah. 

Begitu sampai kami langsung dengar azan, jadi kami pergi ke masjid untuk sholat jamaah zuhur. Habis sholat kami jalan-jalan di tepi teluk melanau yang berpasir putih  ditemani nyiur melambai dan desiran lembut angin laut.

Sorenya kami main air di pantai depan penginapan. Airnya jernih. Ada ayunannya juga. Kami main air sampai puas. Setelah puas main kami mandi dan bersiap menjelajah pulau dengan motor yang di sediakan oleh penginapan.

Basah-basahan naik ayunan di pantai (yunisura.wordpress.com)

Main air ditemani ombak yang ramah di teluk melanau pulau Lemukutan (dok.yunisura.wordpress.com)

Usai sholat Ashar, kami siap menjelajah pulau Lemukutan. Kami dibawa ke teluk cina, yaitu ke tanjung batu putih. Pantai di sini tidak berombak dan pasir. Pantainya bertaburan kerikil karang yang indah. Suasananya sepi dan tenang. Kami hanya duduk dan menikmati pemandangannya, karena baru selesai main air. Di teluk cina, banyak yang jual ikan. Kalau mau beli langsung ke nelayan juga bisa.

Tanjung batu putih, teluk cina Lemukutan(dok.yunisura.wordpress.com)

Teluk cina, tanjung batu putih (yunisura.wordpress.com)

Puas jalan-jalan menikmati pulau Lemukutan dengan motor, kami istirahat di penginapan. Habis Magrib, makan malam kami pun siap dengan menu ikan bakar yang ukurannya jumbo dengansambel kecap dan tumis sotong/cumi yang nikmat. Porsi makannya sangat banyak dan puas. Kami makan dengan sangat lahap.

Leyeh-leyeh di kursi tepi pantai. Setelah mengantuk kami naik ke kamar. Suami yang shalat jamaah Isya di masjid pulangnya nenteng sosis goreng untuk anak-anak. Mereka seneng banget.

Tidur ditemani desiran ombak dan angin pantai itu memang sangat damai. Subuh pun tiba, pantai masih berombak. Usai solat kami duduk di gasibu penginapan sampai menatap pantai. Coffee break kami datang. Seteko penuh teh panas dengan kudapan yang lezat. Beberapa saat kemudian sarapan kami datang. Nasi goreng porsi jumbo yang nikmat. Kami memilih kursi yang tepat di tepi pantai untuk makan. 

Sarapan di tepi pantai (dok.yunisura.wordpress.com)

Agenda setelah sarapan adalah snorkling. Kamu pun diantar oleh Bang Ali, ke tempat snorkling yang banyak ikan hias dan terumbu karang yang indah. Kami cuma di bibir pantai, tapi ikan-ikan hias sudah tampak. Dalamnya juga cuma sedada orang dewasa. 

Snorkling di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Ikan-ikan nemo di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Snorkling di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Snorkling di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Anakku menikmati snorkling di Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Yang sudah pernah snorkling di Lemukutan, pasti nggak akan puas deh. Pasti bakalan pengen ke sini lagi. Sebelum pulang, kami jalan-jalan lagi ke daerah teluk surau. Di sini pantainya bebatuan. 

Daerah Teluk Surau Lemukutan (yunisura.wordpress.com)

Buat yang pengen juga ke lemukutan, lebih baik pas ombak lagi tenang. Yaitu sekitar bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus. Jadi snorklingnya bisa enak banget ga keganggu ombak. Tapi kalau cuma pengen main air dan menikmati keindahan alam, kapan aja bisa kok. Gimana? Kapan kalian ke Lemukutan?

Advertisements

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 6 November 2017, in jalan-jalan, seputar Mempawah, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Keren keren

    Semoga tambah maju pariwisata di Kalbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: