Selamat Datang di Pulau Lombok

Baru turun dari pesawat di bandara internasional lombok (yunisura)

27 Desember 2018 menjadi hari pertama aku menginjakkan kaki di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Yang Maha Kuasa menempatkanku di tempat pengabdian baru setelah 5 tahun mengabdi di Mempawah Kalimantan Barat.

Alhamdulillah, pulau yang dijuluki sebagai pulau seribu masjid ini, memiliki tanah yang sangat subur dan pemandangan yang sangat indah. Rumah baruku kini di Selong Lombok Timur. Tempat kelahiran Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, sang gubernur lulusan Al Azhar Kairo.

Di Mandalika Beach. Salah satu pantai indah di Indonesia yang ada di Lombok (yunisura)

Begitu mendarat, suami mengajak kami jalan-jalan ke Mandalika yang jaraknya dekat dengan Bandara. Mandalika dan Bandara internasional Lombok berada di Kabupaten Lombok Tengah. Satu jam perjalanan untuk sampai ke Lombok Timur.

Saat kami melihat-lihat Mandalika yang eksotis itu, banyak pedagang oleh-oleh yang menyerbu kami. Agak risih. Tapi, ya sudahlah. Mereka kira kami pelancong yang nggak bakalan datang lagi ke sini. Akhirnya kami membeli kaos lombok, selendang, gelang dan makan kelapa muda di sana.

Puas menikmati Mandalika. Kami pun menuju Lombok Timur. Kesan sepanjang perjalanan adalah pulau ini subur dan cukup ramai. Dan banyak masjid besar sepanjang perjalanan. Mungkin setial 500 meter ada masjid. Inilah sebabnya pulau ini dijuluki pulau seribu masjid.

Kota Selong sangatlah asri. Udaranya tidak panas dan tidak dingin. Hampir di setiap tepi jalan ditumbuhi pepohonan rimbun. Kontur tanahnya naik turun, maka tidak ada becak di sini. Adanya dokar.

Masjid besar sangat kerap dijumpai di sini. Kesan pertama dengan orang-orang Selong adalah keramahan. Kotanya sangat hidup. Banyak pusat-pusat perbelanjaan dan bisnis kuliner di sini. Tiap pagi ada yang jualan nasi poyong yang murah meriah. Isinya nasi, sayur, sambal dan daging. Nikmat sekali sarapan sambil duduk lesehan di sini.

Alhamdulillah, inilah tempat terbaik pilihan Tuhan untukku. Semoga aku dan keluargaku mendapat kebaikan dari pulau ini. Kebaikan dari penduduknya. Kebaikan dari apa yang ada di dalamnya. Semoga aku dan keluargaku juga dilindungi dari keburukan pulau ini. Keburukan penduduknya dan keburukan apa yang ada di dalamnya. Aamiin.

Advertisements

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 28 December 2018, in jalan-jalan, jelajah lombok, seputar Lombok and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: