Pantai Pink yang Menakjubkan di Lombok Timur 

Pantai Pink Lombok Timur (dok.yunisura)

Minggu, 13 Januari 2019. Setelah puas main di Pantai Cemara, kami menuju Pantai Pink. Gemes dan penasaran karena lewat pertigaan yang ada plang tanda ke arah Pantai Pink. Sayang kalau nggak berkunjung sekalian.

Ternyata perjalanan dari Pantai Cemara ke Pantai Pink lumayan. Sebenarnya nggak jauh. Tapi karena jalannya jelek, akhirnya mobilnya pelan-pelan banget. Untung saja, saat itu tidak hujan. Mungkin kalau hujan jalannya rusak parah dan berlumpur. 

Untuk informasi, kalau mau ke Pantai Pink lebih baik musim panas ya. Biar bisa kelihatan pasir merah muda nya. Karena kalau pas mendung, semu merah muda pasirnya nggak kelihatan.

Fayad dan Ausam main air di Pantai Pink (dok.yunisura)

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Pink ditemani oleh kawasan hutan lindung. Suasananya sunyi sepi. Nggak banyak kendaraan yang lalu lalang saat itu. Apakah mungkin karena gempa bumi beberapa waktu lalu, masih berdampak pada pariwisata di Lombok hingga membuat orang masih enggan berwisata ke sini. 

Kami beberapa kali bertemu dengan turis asing. Mereka naik motor menuju ke pantai. Ada juga yang ke pantai ini via jalur laut. Penulis belum pernah mencoba. 

Rute darat ini cocok kalau pakai mobil jip dan kendaraan lapangan atau naik motor. Karena rusak parah. Kami deg degan karena pakai mobil city car. Baca solawat terus sepanjang perjalanan semoga mobil nggak kenapa-kenapa.

Santai di pantai pink lombok timur (dok.yunisura)

Akhirnya sampai juga kami di Pantai Pink. Kata pertama yang kami ucapkan adalah kalimat pujian pada Gusti Allah SWT. Kami  berdecak kagum memandang alama yang sangat indah. Pantai putih bersemu merah muda. Laut biru nan bening. Suasana alam yang damai. Tiupan angin sepoi-sepoi. Betapa besar dan indah karunia Allah. 

Masuk ke lokasi pantai bayar 15 ribu rupiah per mobil. Murah kan. Di lokasi ada warung-warung di tepi pantai yang menjual makanan dan minuman. Ada mushola yang tampak belum sempurna dibangun. 

Kami bawa hammok dari rumah. Di lokasi pantai nggak ada yang sewain hammok. Hanya ada bangku-bangku pantai dan berugak atau gazebo untuk para pengunjung. 

Fayad dan Ausam minum kelapa muda di Pantai Pink (dok.yunisura)

Kami pesan kelapa muda. Murni. Harganya Rp15.000,- . Nggak mahal untuk ukuran tempat wisata. Saat baterai hp low, kita juga bisa nge-charge di warung pakai power bank nya yang punya warung. 

Daerah pantai pink belum ada akses listrik di siang hari. Listrik hanya ada malam hari. Air tawar pun mereka beli. Sumur mereka rasanya payau. Biasanya ada mobil tangki yang datang membawa air bersih. Maka jangan heran kalau susah mau bilas di sini. Siap-siap aja kalau pas mau bilas nggak ada air.

Suasana pantai pink di Lombok Timur (dok.yunisura)

Keindahan alam yang luar bisa dan menakjubkan di Pantai Pink patut kita syukuri. Pantai Pink bukan saja anugerah bagi masyarakat pulau Lombok, namun juga anugerah bagi bangsa Indonesia seluruhnya. Untuk itu, mari bersama kita jaga dan lestarikan keasrian dan kealamian pantai ini. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan di pantai ini. 

Semoga Indonesia semakin jaya dan mempesona dengan keindahan alamnya.

Advertisements

About Blognya Nita

Just ordinary women who concern about social life and love her family so much.

Posted on 14 January 2019, in jalan-jalan, jelajah lombok, seputar Lombok and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: