Category Archives: jalan-jalan

Indah Alami Pantai Batu Dagong

Pantai Batu Dagong Lombok Timur (dok.yunisura)

Menjelajah pantai di Pulau Lombok tidak ada habisnya. Selalu ada keindahan nan unik di setiap pantainya. Salah satunya pantai Batu Dagong.
Awalnya saya mengira, ini adalah pantai surga. Tapi ternyata bukan. Kami tahu saat ngobrol dengan pengunjung lain. 

Debur ombak di Pantai Batu Dagong Lombok Timur (dok.yunisura)

Ombak di pantai ini cukup besar sehingga saya ragu kalau anak-anak main air di pantai ini. Jadi kami cukup senang dengan menikmati indahnya laut biru berpadu dengan pantai dengan pasir yang putih.

Udara di sini sangat segar. Sangat alami. Angin bertiul sepoi-sepoi. Bisa kita nikmati di berugak atau gazebo yabg ada di pantai. 

Perjalanan menuju pantai ini cukup buruk. Tapi masih bisa ditoleransi lah. Semoga segera diperhalus jalannya. Agar bisa meningkatkan pendapatan warga setempat. 

Pantai ini masih sangat alami. Tidak ada warung. Gratis masuk. Nggak ada tempat bilas. 

Pantai Batu Dagong nan cantik (dok. Yunisura)

Banyak wisatawan yang naik ke atas bukit untuk melihat pemandangan yang lebih indah. Tapi berhubung kami bawa anak kecil jadu nggak mampu naik ke sana. 

Batu Dagong nan gagah (dok.yunisura)

Pantai ini juga lumayan sepi. Jauh dari rumah penduduk. Tapi pemandangannya luar biasa. Bikin pengen ke sini lagi. 

Advertisements

Pantai Ekas yang Bersahaja

Pantai Ekas di Lombok Timur (dok.yunisura)

Akhir pekan selalu asyik diisi dengan jalan-jalan mengagumi ciptaan Allah SWT. Pantai selalu jadi andalan di Pulau Lombok. Masih di wilayah Lombok Timur. Kali ini kami jalan-jalan di Pantai Ekas. 

Dari rumah sampai ke pantai ini nggak sampai satu jam. Jalanannya agak baik dari yang lain. Sebenarnya ada dua lokasi untuk menikati pantai Ekas. Tempat yang kami singgahi dan dermaga. 

Sayangnya kami nggak ke lokasi yang dermaga, karena kebelanjur. Hahahah. Mungkin kapan-kapan lagi. Ya sudahlah. Gini aja udah seneng. 

Orang mancing di Pantai Ekas Lombok Timur (dok.yunisura)

Banyak ditemui rumput laut kering yang terhempas ke pantai Ekas. Kami juga melihat beberapa orang tengah memancing di pantai. Katanya hasil tangkapan ini mereka konsumsi sendiri. 

Kami singgah di pantai yang dekat dengan rumah para nelayan. Makanya banyak sekali kapal yang tertambat di pantai ini. 

Air di pantai ini jernih. Hanya saja karena memang pantai yang kami tuju dekat dengan lokasi penduduk, bukan tempat yang biasa dituju turis, jadi terlihat kurang terurus. Tapi tetep aja pantai ini indah. Kami suka menatap jernihnya air laut di sini. 

Masuk ke lokasi ini gratis. Kita bisa ngobrol santai dengan penduduk sekitar pantai di gazebo yang ada di tepi pantai. Nikmat banget deh. Alhamdulillah. Segala puji bagi-Mu ya Allah.

Pantai Pink yang Menakjubkan di Lombok Timur 

Pantai Pink Lombok Timur (dok.yunisura)

Minggu, 13 Januari 2019. Setelah puas main di Pantai Cemara, kami menuju Pantai Pink. Gemes dan penasaran karena lewat pertigaan yang ada plang tanda ke arah Pantai Pink. Sayang kalau nggak berkunjung sekalian.

Ternyata perjalanan dari Pantai Cemara ke Pantai Pink lumayan. Sebenarnya nggak jauh. Tapi karena jalannya jelek, akhirnya mobilnya pelan-pelan banget. Untung saja, saat itu tidak hujan. Mungkin kalau hujan jalannya rusak parah dan berlumpur. 

Untuk informasi, kalau mau ke Pantai Pink lebih baik musim panas ya. Biar bisa kelihatan pasir merah muda nya. Karena kalau pas mendung, semu merah muda pasirnya nggak kelihatan.

Fayad dan Ausam main air di Pantai Pink (dok.yunisura)

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Pink ditemani oleh kawasan hutan lindung. Suasananya sunyi sepi. Nggak banyak kendaraan yang lalu lalang saat itu. Apakah mungkin karena gempa bumi beberapa waktu lalu, masih berdampak pada pariwisata di Lombok hingga membuat orang masih enggan berwisata ke sini. 

Kami beberapa kali bertemu dengan turis asing. Mereka naik motor menuju ke pantai. Ada juga yang ke pantai ini via jalur laut. Penulis belum pernah mencoba. 

Rute darat ini cocok kalau pakai mobil jip dan kendaraan lapangan atau naik motor. Karena rusak parah. Kami deg degan karena pakai mobil city car. Baca solawat terus sepanjang perjalanan semoga mobil nggak kenapa-kenapa.

Santai di pantai pink lombok timur (dok.yunisura)

Akhirnya sampai juga kami di Pantai Pink. Kata pertama yang kami ucapkan adalah kalimat pujian pada Gusti Allah SWT. Kami  berdecak kagum memandang alama yang sangat indah. Pantai putih bersemu merah muda. Laut biru nan bening. Suasana alam yang damai. Tiupan angin sepoi-sepoi. Betapa besar dan indah karunia Allah. 

Masuk ke lokasi pantai bayar 15 ribu rupiah per mobil. Murah kan. Di lokasi ada warung-warung di tepi pantai yang menjual makanan dan minuman. Ada mushola yang tampak belum sempurna dibangun. 

Kami bawa hammok dari rumah. Di lokasi pantai nggak ada yang sewain hammok. Hanya ada bangku-bangku pantai dan berugak atau gazebo untuk para pengunjung. 

Fayad dan Ausam minum kelapa muda di Pantai Pink (dok.yunisura)

Kami pesan kelapa muda. Murni. Harganya Rp15.000,- . Nggak mahal untuk ukuran tempat wisata. Saat baterai hp low, kita juga bisa nge-charge di warung pakai power bank nya yang punya warung. 

Daerah pantai pink belum ada akses listrik di siang hari. Listrik hanya ada malam hari. Air tawar pun mereka beli. Sumur mereka rasanya payau. Biasanya ada mobil tangki yang datang membawa air bersih. Maka jangan heran kalau susah mau bilas di sini. Siap-siap aja kalau pas mau bilas nggak ada air.

Suasana pantai pink di Lombok Timur (dok.yunisura)

Keindahan alam yang luar bisa dan menakjubkan di Pantai Pink patut kita syukuri. Pantai Pink bukan saja anugerah bagi masyarakat pulau Lombok, namun juga anugerah bagi bangsa Indonesia seluruhnya. Untuk itu, mari bersama kita jaga dan lestarikan keasrian dan kealamian pantai ini. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan di pantai ini. 

Semoga Indonesia semakin jaya dan mempesona dengan keindahan alamnya.