Category Archives: Uncategorized

Indah Alami Pantai Batu Dagong

Pantai Batu Dagong Lombok Timur (dok.yunisura)

Menjelajah pantai di Pulau Lombok tidak ada habisnya. Selalu ada keindahan nan unik di setiap pantainya. Salah satunya pantai Batu Dagong.
Awalnya saya mengira, ini adalah pantai surga. Tapi ternyata bukan. Kami tahu saat ngobrol dengan pengunjung lain. 

Debur ombak di Pantai Batu Dagong Lombok Timur (dok.yunisura)

Ombak di pantai ini cukup besar sehingga saya ragu kalau anak-anak main air di pantai ini. Jadi kami cukup senang dengan menikmati indahnya laut biru berpadu dengan pantai dengan pasir yang putih.

Udara di sini sangat segar. Sangat alami. Angin bertiul sepoi-sepoi. Bisa kita nikmati di berugak atau gazebo yabg ada di pantai. 

Perjalanan menuju pantai ini cukup buruk. Tapi masih bisa ditoleransi lah. Semoga segera diperhalus jalannya. Agar bisa meningkatkan pendapatan warga setempat. 

Pantai ini masih sangat alami. Tidak ada warung. Gratis masuk. Nggak ada tempat bilas. 

Pantai Batu Dagong nan cantik (dok. Yunisura)

Banyak wisatawan yang naik ke atas bukit untuk melihat pemandangan yang lebih indah. Tapi berhubung kami bawa anak kecil jadu nggak mampu naik ke sana. 

Batu Dagong nan gagah (dok.yunisura)

Pantai ini juga lumayan sepi. Jauh dari rumah penduduk. Tapi pemandangannya luar biasa. Bikin pengen ke sini lagi. 

Advertisements

Selamat Tinggal Mempawah, Sampai Bertemu Kembali

Pengajian terkahirku bersama ibu-ibu Majelis Taklim Al-Ikhsan BTN KORPRI MEMPAWAH (dok. Yunisura)

Lima tahun dua bulan di Mempawah, Kalimantan Barat, tidaklah sebentar. Banyak kenangan yang sudah terukir. Baik suka maupun duka. Jatuh bangun menjalani hidup di tanah rantau. Bertemu dengan saudara dan kawan-kawan baru. Berjuang bersama. Sungguh terlalu indah bila dilupakan.

Kawan-kawan majelis taklim di Mempawah adalah saudara seperjuangan dalam iman. Berusaha bersama membumikan makna Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Meski hujan. Walaupun panas, mereka tetap semangat melangkahkan kaki menuju tempat mengaji. Haus akan siraman rohani. Meniti, langkah demi langkah berusaha mencapai ridho Ilahi Robbi.

Mencicipi hidangan di Pengajian terakhirku bersama ibu-ibu Majelis Taklim Alfiah Nusa Permai Mempawah. Mereka bawa makanan enak dari rumah masing2 loh, hebat kan (dok. Yunisura)

Saatnya aku harus melanjutkan langkah perjuangan di sisi bumi Allah yang lain. Menuju ke arah Timur. Menuju sebuah pulau kecil di jajaran Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok. Meninggalkan kenangan indah di bumi Galaherang. Meninggalkan kotanya Opu Daeng Menambon dan Habib Husein Alkadrie. 

Meraih gelar Magister Pendidikan (dok. Yunisura)

Meninggalkan kenangan di Kota Pontianak. Di Hilir Sungai Kapuas. Sungai terpanjang di Indonesia. Tempatku menjalin mimpi, menjadi seorang magister pendidikan. Berpisah dengan kawan-kawan hebat seperjuangan yang tak kenal lelah mereguk nikmatnya ilmu. Jalanan sepanjang Mempawah-Pontianak, saksi bisu, tetesan lelah keringat menimba ilmu.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw terakhir di Masjid Sabilul Muhtadin Mempawah (dok. Yunisura)

Meninggalkan kota pluralitas berbagai suku dan agama. Islam, Kristen, Kong Hu Cu. Jawa, Madura, Tionghoa, Melayu, Dayak. Hidup rukun berdampingan. Kehidupan toleransi yang sejati. 

Tetangga samping kiri, kanan dan depan yang bersuku Tionghoa dan Dayak. Kami hidup rukun dan damai (dok. Yunisura)

Perjuangan ini harus terus dilanjutkan. Semangatlah kawan. Wujudkanlah Indonesia kita yang damai dalam hidup kebhinekaan dalam naungan Islam. Islam itu rahmatan lil alamin. Islam itu indah. Jangan nodai ia dengan kebencian dan kebohongan. Teruslah menebar kasih sayang di antara sesama. Kokohkan kerukunan. 

Ibu-ibu pengajian Nusa Permai di hari perpisahanku di rumah BTN Korpri Mempawah (dok. Yunisura)

Semoga suatu saat, kita dipertemukan-Nya kembali.

Lomba Pidato se-Kalimantan Barat

Difoto pas lagi semangat-semangatnya (dok.yunisura)

Jumat, 2 Februari 2018, punya kesempatan menginjakkan kaki di Kota Sanggau. Ada acara pertemuan organisasi wanita di sana. Kebetulan saya ikut jadi peserta lomba pidato mewakili Cabang Mempawah.​

Tema pidatonya tentang ibu. Ada sembilan utusan yang mewakili cabang masing-masing kabupaten di Kalimantan Barat. Ada utusan dari Sambas, Sintang, Sanggau, Ketapang, Singkawang, Kota Pontianak, Kapuas Hulu, Mempawah, lengkap lah.Durasi waktunya cuma Tujuh menit. Benar-benar seperti Kultum. Acara di laksanakan di Gedung Balai Betomu Sanggau. Acara lomba dimulai sekitar jam 9 sampai hampir jam setengah sebelas. 

Menerima hadiah juara 1 langsung dari ibu Ketua

Alhamdulillah, dapet juara 1. Nggak sia-sia enam jam perjalanan dari Mempawah dan ninggalin anak-anak di rumah selama dua hari.