Category Archives: pendidikan

Menghadiri Seminar Pendidikan Berbasis Evaluasi Prof. Kumaidi, Ph.D

Prof. Kumaidi saat sharing ilmu di Pontianak (dok.yunisura)

Sabtu, 25 November 2017, saya menghadiri seminar pendidikan dengan tema Pendidikan Berbasis Evaluasi di IAIN Pontianak. Narasumber pada seminar ini ialah ketua perhimpunan evaluasi pendidikan seluruh Indonesia Prof. Kumaidi, Ph.D.

Prof. Kumaidi asli Solo. Tinggalnya di Klaten. Saat ini beliau adalah guru besar di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau S1 jurusan teknik Mesin di UNY Yogyakarta, dan mengambil gelar master dan Ph.D di IOWA USA jurusan statistika.

Dalam seminar ini Prof. Kumaidi banyak menceritakan nilai-nilai kehidupan yang beliau jalani dari awal perjalanan akademiknya. Banyak perjuangan dan pengorbanan yang beliau jalani.

Materi tentang evaluasi dalam pendidikan beliau sisipkan di sela-sela cerita beliau. Dari seminar ini ada satu yang nyantol di ingatan. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya remidi yang dilakukan guru di sekolah, seharusnya bukan dengan ujian ulang dengan kualitas kesukaran soal yang lebih rendah. Tapi seharusnya para murid yang tidak mencapai nilai target ini dibimbing ulang. Diajari lagi, materi yang belum dikuasainya sampai paham, agar belajar dari kesalahan itu. Tapi praktiknya hal ini sulit dilakukan.

Selfie bareng Prof. Kumaidi, semoga saya ketularan jadi profesor, amin (dok.yunisura)

Seru banget deh ikut seminar ini. Jadi menambah cakrawala pengetahuan di bidang evaluasi pendidikan. Usai acara, saya izin selfie dengan beliau. Buat kenang-kenangan. Siapa tahu nanti di Solo ketemu lagi. Saya kan juga wong Solo.

Advertisements

Kemeriahan Pesta Adat Robo-robo 2017 di Muara Sungai Mempawah

Event Robo-robo di Mempawah 2017 (dok.yunisura)

Rabu, 15 November 2017, muara sungai Mempawah dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pesta adat Robo-robo. Ritual Robo-robo menjadi event tahunan yang kini menjadi ikon budaya di Kabupaten Mempawah.

Acara spesial yang selalu dinanti di acara ini ialah napak tilas ritual kedatangan Opu Daeng Menambon pertama kali ke Mempawah melalui Muara Sungai Mempawah. Warga memadati tepi sungai di muara Kuala Secapah untuk menanti kehadirn Raja Mempawah.

Iring-iringan kapal Raja juga nampak meriah dengan berbagai perahu hias. Para nelayan di Mempawah menghiasi sampan dan perahu mereka untuk memeriahkan festival Robo-robo kali ini.

Naik perahu menyusuri muara sungai Mempawah di Robo-robo 2017 (dok.yunisura)

Ada yang baru dalam event tahun iniz perahu kareti milik TNI AL menawarkan jasa keliling muara kepada pengunjung. Hanya dengan membayar 5000 rupiah, kita sudah bisa menyusuri sungai menikmati kemeriahan Robo-robo dari muara.

Selain itu, ada atraksi jet tempur di langit Mempawah yang super keren. Atraksi dilakukan hampir lebih dari satu jam. Jet tempur terbang rendah dan menukik tinggi di angkasa, sungguh memukau masyarakat yang ada di sana. Termasuk anakku Ausam yang suka sekali melihat jet tempur. Malah di bilang “Ayo ma, naik pesawat”, dengan ekspresi yang agak memaksa.

Tahun-tahun sebelumnya, saya tidak mendapati ini. Maka, ketika ditawari langsung saja saya iyakan. Anak-anak pun senang menyusuri sungai Mempawah dengan perahu karet.

Event-event budaya seperti ini harus selalu dikembangkan untuk melestarikan kebudayaan bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur. Agar generasi selanjutnya senantiasa melestarikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan mereka.

Dari segi ekonomi, event ini sangat menggerakkan ekonomi kerakyatan. Warga yang datang pasti tidak dengan tangan kosong. Pasti ada oleh-oleh yang ingin mereka bawa pulang. Kalau pun tidak oleh-oleh setidaknya mereka jajan di acara tersebut. Ada tukang batagor, tukang sosis, tukang es, tukang baju, tukang balon dan penjual kecil lain yang meraup untung di kemeriahan acara seperti ini.

Wisatawan asal Serawak menikmati event Robo-robo 2017 di Mempawah (dok.yunisura)

Saat saya menaiki perahu, ternyata ada wisatawan Serawak yang khusus datang ke event Robo-robo di Mempawah ini. Ternyata Robo-robo juga tersengar sampai Malaysia.

Semoga dari tahun ke tahun acara ini selalu meningkat dari segi kualitas penyelenggaraannya. Sehingga daya tariknya pun tidak hanya sebatas Kalimantan Barat, tapi juga menarik wisatawan di seluruh Indoneaia dan mancanegara.

Gimana, penasaran pengen menikmati event ini? Yuk datang tahun depan.

Warga BTN Korpri Lestarikan Nilai-Nilai Luhur Budaya dalam Robo-Robo 2017

Kebersamaan warga BTN Korpri Mempawah dalam Robo-robo 2017 (dok.yunisura)

Rabu, 15 November 2017 warga BTN Korpri Mempawah sarapan bersama dalam acara Robo-Robo. Acara diadakan di beberapa tempat. Ada yang mengadakan di rumah warga RT tertentu. Ada juga yang mengadakan di pelataran Masjid Sabilul Muhtadin.

Acara ini ialah sebuah adat yang dilestarikan oleh warga Melayu. Tapi yang istimewa di Mempawah ialah acara ini biasanya dijadikan sebagai peringatan atas kedatangan Opu Daeng Menambon pertama kali ke Mempawah.

Warga BTN korpri Mempawah menikmati hidangan ada Robo-robo 2017 (dok.yunisura)

Ciri Khas Budaya Melayu

Kebiasaan yang khas dari acara ini ialah masing-masing warga membawa makanan mereka masing-masing dari rumah. Biasanya ketupat menjadi sajian utamanya didampingi sambal udang 🍤, opor ayam, dan makanan pendamping lainnya yang tk kalah lezat. Kue-kue kudapan juga tak lupa disajikan.

Biasanya tikar dibentangkan sebagai tempat duduk warga. Kemudian makanan disajikan di tengah-tengah dan warga duduk memanjang. Semua makanan disajikan yang dibawa disajikan di tengah.

Hidangan sederhana warga dalam robo-robo 2017 (dok.yunisura)

Sebelum makan, dibacakan dulu beberapa surat dalam Alquran lalu diakhiri dengan pembacaan doa. Setelah doa selesai dipanjatkan mereka mulai menyantap hidangan.

Nilai-nilai Karakter dalam Budaya Robo-Robo

1. Nilai syukur dan Cinta pada Tuhan Yang Maha Esa

Warga berkumpul untuk mengungkapkan rasa syukur mereka atas rezeki yang telah Tuhan berikan. Syukur atas rasa aman dan damai yang sedang mereka nikmati hingga kehidupan dapat berjalan dengan baik.

2. Nilai Kekeluargaan

Berkumpulnya warga di sebuah tempat, salibg bertukar makanan yang mereka bawa masing-masing dan makan bersama-sama dengan kebahagiaan merupakan nikai kekeluargaan yang bisa merekatkan persatuan warga. Hal ini akan memperkokoh kekuatan warga.

3. Nilai Religius

Untaian ayat-ayat Alquran yang dibaca bersama dan doa yang dipanjatkan pada Tuhan, menunjukkan bahwa dalam setiap aktivitas hidup tidak bisa lepas keridhaan Tuhanm

4. Nilai Kesetaraan

Makan bersama sambil duduk sama rendah di atas alas tikar, menunjukkan tidak ada yang saling mengunggulkan antara satu warga dengan warga lain. Semua hidup dalam kesetaraan.

Sudah selayaknya kita terus menjaga dan melestarikan kegiatan yang dapat menumbuhkan dan menyuburkan nilai-nilai luhur yang ada dalam kehidupan masyarakat. Maka sudah saatnya kita menyampaikan nilai dan makna dari setiap adat budaya yang ada di daerah kita kepada generasi penerus bangsa, agar nilai-nilai tersebut tetap lestari dalam kehidupan bangsa Indonesia.